MESUJI – Kepala Desa Muara Tenang Timur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Wiyono akui adanya pungutan yang dilakukan oleh perangkatnya yakni RK dan RT nya. Namun itu dilakukan sebelum penetapan anggaran dari dana Desa (DD) dan itu murni atas inisiatif masyarakat dan bukan atas perintahnya.

“Ya memang benar pernah ada waktu itu dan itu inisiatif dari warga sendiri iuran untuk penyemprotan desinfektan,itupun tidak semua dimintain oleh RT yang iklas saja. Namun sekarang yang pernah memberikan sudah dikembalikan,” jelas Wiyono yang diperkuat dengan keterangan beberapa RK dan RT dirumahnya, jumat (17/4).

Bahkan dia mengaku bahwa penyemprotan desinfektan sudah dilakukan ditmpat-tempat sarana umum dan tempat ibadah seperti Masjid, Musholla, Gereja dan bahkan kandang-kandang ternak warga yang lainnya. Diakuinya bahwa penyemprotan awal memang dilakukan oleh lingkungan atas inisiatif warga dan yang menyumbang berfariasi, mulai dari 2-5 ribu rupiah dan saat ini uang tersebut sudah dikembalikan.

“Ya itu penyemprotan awal dan
Saya selaku Kepala Desa, tidak tau hal itu, dan itu jauh dari sebelum dianggarkan melalui Dana Desa (DD). Dimana saat itu RK/RT serta masyarakat sepakat untuk melakukan penyemprotan kesetiap rumah, pada waktu itu memang belum ada anggaran untuk itu. Akhirnya disepakatilah dengan mekanisme swadaya dari warga. Dan pada saat kemarin sampean telpon hp saya memang sedang tidak aktif makanya tidak bisa menjelaskan tentang hal ini,” tambahnya.

Hal senada diakui Supi’i selaku ketua RK 2 desa setempat, dia mengakui memang benar adanya swadaya dari masyarakat yang mereka tarik, tapi tidak dipatok nominalnya, bervariasi mulai dari Rp 1.000 hingga Rp, 5.000,- rupiah tupun tidak semuanya memberi, namun setiap rumah warga tetap dilakukan penyemprotan Desinfektan.

“Kami melakukan penyemprotan itu, jauh sebelum adanya kebijakan pemerintah bahwa itu akan dianggarkan dari DD. ini kami lakukan bukan atas perintah kepala desa, melainkan inisiatif kami sendiri karena untuk langkah antisipasi dan pencegahan. Sebab, adanya rasa ketakutan dan kepanikan warga, akhirnya warga berisiatif swadaya supaya dilakukan penyemprotan, tapi sekarang uang itu sudah kita kembalikan,” Tegasnya.(nara)