PANARAGAN (translampung.com)– Tingginya curah hujan yang mulai dirasakan wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, membawa kekhawatiran tersendiri pada Ternak Unggas khususnya Ayam.

Disampaikan Kepala Dinas Peternakan Tubaba, Nazaruddin, saat dikonfirmasi translampung.com, Minggu (27/12/2020) pukul 11.50 Wib. Bahwa tingkat curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada puncak musim hujan, yaitu di bulan Desember hingga Maret.

“Bagi para Peternak Unggas khususnya Ayam di wilayah Tubaba, kami dari Dinas setempat menghimbau agar Peternak dapat lebih memperhatikan hewan Ternaknya, karena musim penghujan Ternak Unggas biasanya rentan terkena Flu Burung, dan pula ada juga Newcastle Disease (ND) sebagai salah satu penyakit yang masih tetap menjadi perhatian penting di industri perunggasan, karena sifatnya yang menular, cepat menyebar, dan menyerang pada segala umur.” Ungkapnya.

Jika ada keluhan pada hewan Ternak Unggas, para Peternak bisa segera menyampaikan atau melaporkan kepada Dinas Peternakan setempat.

“Tentunya kita juga sudah menyiapkan Vaksin untuk mengantisipasi hal itu, dan jika ada laporan maka Tim Gerak Cepat dari Kesehatan Hewan Dinas Peternakan akan segera turun untuk menangani.” Ujarnya.

Sampai menjelang akhir bulan ini, lanjut dia, belum ada laporan dari masyarakat yang Ternaknya terserang Virus.

“Kita berharap seluruh Ternak wilayah Tubaba tidak ada yang terserang penyakit mematikan tersebut selama musim hujan ini. Dan diharapkan kelembaban udara, kebersihan kandang, serta asupan pakan bisa terus diperhatikan dengan baik oleh para Peternak.” Imbuhnya. (D/R)