Lampung Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat menghimbau Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berpergian ke Bandar Lampung yang ditetapkan sebagai lokasi zona merah. (8/5/2020)

Kadis Kesehatan Lampung Barat, Paijo, S.KM.M.Kes, didampingi oleh Kadis Kominfo, Maidar, SH.,M.Si., saat melakukan Konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Aula Dinas Kesehatan setempat mengatakan, telah terjadi penambahan pasien positif sebanyak dua orang.

Dimana dua pasien positif ini berasal dari Pondok Pesantren Alfatah Temboro, Magetan Jawa Timur. Untuk mencegah meluasnya Pandemik Global tersebut Pemerintah Daerah telah menerapkan langkah-langkah sebagai upaya memutus mata rantai virus yakni, Puskesmas telah melakukan kontak tracing terhadap orang-orang yang kontak erat baik dari masyarakat maupun tenaga medis.

Dimana terdapat 27 orang diantaranya 22 masyarakat dan Lima tenaga medis, selanjutnya telah dilakukan rapid tes pertama dengan hasil negatif dan kepada 27 orang tersebut diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri hingga dilakukan rapid tes yang kedua.

Kemudian, kata Paijo, melakukan isolasi terhadap dua pasien positif ke RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat. Memberikan bantuan sembako kepada keluarga yang harus mengisolasi mandiri selama 14 hari.

Dan akan dilakukan swab secara berkala kepada dua pasien positif hingga hasilnya negatif. Serta pihaknya menghimbau agar seluruh masyarakat dan ASN Lampung Barat untuk tidak berkunjung ke Bandar Lampung, dimana Bandar Lampung telah ditetapkan sebagai zona merah

“Langkah yang dilakukan ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk mencegah penularan covid-19 secara maksimal,” Tegas Paijo.

Dilain pihak, Maidar, mengungkapkan, agar masyarakat mengikuti himbauan dari Pemerintah yaitu agar tetap tenang, tidak panik, tidak takut secara berlebihan, menjaga kesehatan, mengkonsumsi vitamin dan makanan yang bergizi, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak.

Yang tidak kalah penting agar masyarakat bersabar untuk tidak mudik terlebih dahulu, tetapi jika ada keluarga maupun tetangga kita yang baru pulang dari luar daerah agar segera dilaporkan kepada aparat pekon atau tim gugus tugas.

“Agar dapat diketahui riwayat perjalanannya sehingga pencegahan penyebaran Covid-19 dapat terlaksana dengan baik,” terang Kadis Kominfo tersebut. (Sf)