METRO – Walikota Metro Achmad Pairin mengakui penting adanya payung hukum soal alih fungsi lahan. Ini menyusul permintaan Gubernur Lampung untuk mempertahankan lahan pertanian di Bumi Sai Wawai. Sehingga produksi hasil pertanian di Bumi Sai Wawai lebih maksimal.

“Mengenai alih fungsi lahan memang harus ada aturannya. Nanti ketika akan mengalihkan fungsi lahan yang tadinya sawah dan dialihkan ada dasar hukumnya. Sehingga warga juga tidak mudah untuk mengalihfungsikan lahan pertaniannya,” ujarnya.

Diakuinya, masalah alih fungsi lahan memang menjadi kendala dalam meningkatkan hasil pertanian. Meski begitu ia mengaku bersyukur dengan hasil panen kali ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena panen kita hasilnya maksimal. Bahkan kita bisa mencapai lebih dari target provinsi 45.000 ton gabah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Pemerintah Kota Metro agar dapat mempertahankan wilayah pertanian agar tidak dialihkan fingsikan menjadi pemukiman. Ini mengingat wilayah perkotaan yang rawan terhadap pengembangan alih fungsi lahan.

“Saya bahagia dengan hasil panen tahun ini 7 ton per hektar. Saya minta agar pemkot dapat mempertahankan lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan,” paparnya.

Diketahui, Kota Metro mengalami surplus beras pada panen kali ini sebesar 11.320 ton dari jumlah target panen tahun 2019. Diketahui pada musim panen Metro bisa menghasilkan 47.000 ton gabah dari total luas tanam 2.880 hektar. Dari jumlah padi yang dihasilkan terbut dapat menghasilkan 56 persen beras atau sebesar 26.320 ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 15.000 ton. Artinya Kota Metro mengalami surplus beras sebesar 11.320 ton. (ria)