METRO – Tingginya angka Demam Berdarah Dengue (DBD) disikapi Pemerintah Kota Metro. Bersama satuan kerja terkait pemkot turun langsung untuk melakukan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Kegiatan Gertak PSN tersebut diawali di lingkungan Pasar Iringmulyo (Pasir), Jumat (14/2/2020). Tampak Walikota Metro Achmaf Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Kepala Dinas Kesehatan Erla, Ketua Komisi I DPRD Basuki, dan jajaran pemkot turun langsung untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya penyebaran penyakit DBD.

Mendampingi Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, kegiatan Gertak PSN tersebut dilakukan mengingat banyaknya warga yang terserang DBD. Dimulai di wilayah Kelurahan Iringmulyo, karena kelurahan tersebut paling banyak terserang penyakit DBD.

“Kami turun kesini untuk mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran DBD. Ayo semua masyarakat kita bersih-bersih lingkungan agar tidak ada perkembangan nyamuk DBD,” ajaknya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi terhadap tumbuh kembang nyamuk. Ini seperti bekas tempat minuman air dan lainnya.

“Tugas untuk membasmi DBD ini tugas kita semua. Jadi mari kita sama-sama me jaga lingkungan agar tetap bersih. Penyebab DBD ini tidak hanya menyerang anak-anak, namun orang dewasa juga. Nah bagi masyarakat yang membutuhkan bubuk abate juga bisa datang langsung ke puskesmas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Indriyati menjelaskan, hingga saat ini jumlah kasus DBD sudah mencapai 145 yang suspek dengan penderita positif DBD sebanyak 95 kasus. Karenanya pihaknya mengajak masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran nyamuk.

“Karena itu kita hari ini turun bersama-sama kantor pemerintahan, sekolah dan instansi lainnya untuk mengimbau masyarakat mengenai pencegahan DBD. Diawaki gertak saat ini nantinya juga diwajibkan untuk melaksanakan
Gertak PSN setiap hari Jumat.

“Untuk langkah antisipasi penyebaran penyakit ini kita sudah menyiagakan rumah sakit dan puskesmas. Untuk di Kota Metro ada 2 puskesmas rawat inap yakni Puskesmas Sumbersari Bantul dan Puskesmas Banjarsari. Kita juga sudah tambah tempat tidur untuk masing-masing puskesmas maupun rumah sakit,” paparnya.

Tidak hanya itu, tambahnya, untuk semua fasilitas kesehatan (Faskes) pihaknya juga telah meminta agar memasang spanduk. Isinya spanduk mengenai waspada penuebaran DBD dengan 4M Plus. Yakni menutup, menguras, mendaur ulang dan memantau jentik nyamuk.

“Bagi masyarakat yang positif menderita DBD agar segera melaporkan ke Puskesma. Nanti puskesmas yang akan melakukan fogging ke rumah warga yang terserang DBD,” pungkasnya.

Diketahui, sepanjang tahun 2019 lalu jumlah kasus DBD mencapai 126 kasus. Sedangkan di awal tahun ini kasus DBD mencapai 95 kasus. (ria)