TRANSLAMPUNG.COM
LAMPUNG UTARA – Pengusaha  penyewaan papan karangan bunga di Lampung Utara mulai merasakan dampak akibat mewabahnya virus korona. Omzet para penyedia jasa itu  merosot hingga 80 persen. Akibatnya, mereka terpaksa meliburkan sementara karyawanya karena sepi pemesanan.
Riski Jaya Florist salah satu usaha penyewa papan karangan bunga yang terletak di Jalan Pangeran Cinul, Rejosari, Kotabumi ini misalnya omzet Pesanan karangan bunga menurun hingga 80 persen selama dua bulan terakhir sejak adanya pemberlakuan pemerintah untuk meniadakan acara pesta. “Sejak dua bulan ini omzet kami turun pak. Sebulan biasanya, omzet kami mencapai Rp10 juta per bulan. Tapi semenjak adanya soal wabah korona pemesanan papan karangan bunga turun hingga omset kami hanya Rp2 juta per bulan,”  kata Noviyanto owner Riski Jaya Flower,  Sabtu (18/4).
Novi melanjutkan, jika dihari biasa pesanan karangan bunga ditempatnya mencapai 20 papan dalam seminggu. Namun, kini hanya 2 papan per minggunya.
Lesunya usaha penyewaan papan karangan bunga, membuat pihaknya terpaksa meliburkan karyawannya.
“Kami terpaksa meliburkan karyawan. Bagaimana tidak diliburkan, pesanan sepi dan tidak ada yg dikerjakan. Saya juga selaku pemilik usaha terpaksa banting stir cari usaha sampingan yaitu menyewakan jasa angkutan,” kata Novianto.
Selain pengusaha sewa papan karangan bunga  usaha penyewaan alat musik atau organ tunggal dan properti acara hajatan/pesta juga mengalami nasib yang sama. Omzet para pengusaha pesta tersebut turun hingga 70 persen imbas dari penyebaran covid 19.
Kebijakan pemerintah di sejumlah daerah setelah ditetapkannya korona sebagai pandemik oleh WHO,  membuat para sejumlah pengusaha lesu.
Kibajakan itu diantaranya, untuk tidak menggelar acara yg mengundang orang banyak, anjuran untuk berdiam dirumah. Kemudian adamya pengurangan berbagai aktivitas umum.
“Kami berharap, wabah korona ini segera berakhir. Sehingga situasi dapat berjalan normal seperti biasa nya,” tuturnya (Iwan)