Lampung Barat – Menyikapi pasca status Lampung Barat yang masuk dalam zona merah Covid-19 bersama tujuh Kabupaten/ kota lainya di Provinsi Lampung beberapa waktu lalu.

Menurut, Camat Suoh, Nopi Andri, masyarakat jangan panik, ikuti anjuran Pemerintah dengan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) namun tetap waspada.

Karena virus ini dapat menggerogoti tidak mengenal usia ataupun antara petani dan pejabat. Dengan taat prokes, mata rantai Covid-19 ini dapat segera hilang dari Bumi Skala Berak Sai Betik khusunya negera Indonesia.

Selai itu sesuai dengan intrupsi Bupati Parosil Mabsus, pihak terkait untuk gerak cepat dari pemerintahan paling bawah yakni pekon untuk menangkal meluasnya pandemik global ini.

Dengan upaya Preventif (pencegahan) mempertahankan status Suoh terhindar dan masyarakat terlindungi dari bencana.

Yakni mengintensifkan Satgas Kecamatan dan Pekon yg telah di SK kan tahun lalu, melakukan operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan di tempat-tempat umum “sesuai jadwal yg telah di tetapkan bersama oleh Uspika, instansi terkait dan pekon,” jelasnya.

Melakukan himbauan melalui masjid dan ambulance hebat keliling agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar kesadaran masyakat terus meningkat dan masyarakat ikut andil mencegah dan memutus mata rantai penularan covid 19.

“Dan upaya lain seperti pendataan warga yang datang dan keluar suoh oleh Satgas Pekon, Penyemprotan Fasilitas umum,” pungkasnya.

Diketahui kegiatan tersebut, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, Peratin, Aparatur dan Satgas Covid-19 Kecamatan dan Pekon. (*)