By : Yoyo Susilo

Virus Corona atau Covid-19. Setelah pertama kali ditemukan dan terus menyerang Cina hingga merambah ke berbagai negara di dunia.

Puluhan ribu orang telah meninggal akibat ke ganasnya. Bahkan ratusan ribu kasus positif Corona telah ditemukan di berbagai negara.

Melihat kasus itu. Awalnya meyakini tidak mungkin virus itu akan sampai ke Indonesia.

Namun, setelah pemerintah pusat mengumumkan bahwa ada dua warga negara Indonesia yang terjakit Covid-19.

Perasaan kaget pun ada. Tapi masih beranggapan tidak akan seperti Cina atau negara lainnya.

Melihat perkembangan saat ini. Kepanikan mulai muncul. Ketika setiap harinya pemerintah mengumumkan kasus tersebut. Dan mengalami jumlah kenaikan yang signifikan.

Ratusan kasus positif Corona ditemukan. Sampai saat ini puluhan orang meninggal.

Kepanikan menambah lagi. Ketika pemerintah mengeluarkan Surat Edaran agar melakukan semua aktivitas dirumah. Pelajar diliburkan, ASN kerja dari rumah, perkantoran milik pemerintah ditutup sementara.

Itu semua dilakukan untuk pencegahan penularan virus ini. Bahkan, di semua daerah sudah membentuk tim Satgas gabungan. Terdiri TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Satgas dibentuk untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat dan juga penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

Kepanikan masyarakat di daerah menjadi-jadi ketika Kapolri mengeluarkan maklumat. Diantaranya berisi larangan agar tidak melakukan kegiatan berkumpul yang melibatkan lebih dari 10 orang.

Dari maklumat itu. Informasi terbaru, larangan itu juga menyasar acara resepsi atau hajatan.

Mendengar kabar itu. Batin ini mulai bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Bumi Pertiwi?

Jika dicermati dari awal masuknya virus ini. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebarannya.

Terus kenapa tiap hari angka kasus baru dan kematian melonjak. Apa yang salah dari upaya pencegahan dari pemerintah?

Harusnya pemerintah bisa belajar dari negara lain yang diserang corona terlebih dahulu.

Jangan menirukan cara pencegahan dan penanggulangannya. Ketika membuat wabah ini malah ngamuk.

Keputusan Lock Down atau sosial distancing atau melakukan aktivitas di dalam rumah apakah akan efektif? Mungkin untuk di sebagian wilayah Indonesia. Iya. Tapi Indonesia kan terdiri dari beberapa pulau.

Justru setelah keputusan tersebut. Kepanikan luar biasa terjadi di daerah-daerah. Khususnya di perkampungan atau pedesaan.

Cepatnya info itu. Masyarakat mulai bertanya ke sana-sini, apakah benar, apakah benar?

Sebelumnya mereka masih biasa-biasa saja. Karena informasi yang mereka terima terbatas dan tidak seheboh ini.

Langkah apakah yang secepatnya harus dilakukan. Terkait ini semua. Sudah waktunya semuanya saling bahu-membahu untuk Indonesia.

Segala sesuatu atau informasi terkait Corona. Jangan ada lagi yang ditutupi oleh pemerintah. Bahkan bila memang di perlukan untuk kepentingan bangsa.

Nama dan alamat lengkap pasien yang positif Corona dapat diberitahukan. Sehingga, orang-orang yang pernah melakukan kontak atau pernah bertemu dapat segera memeriksakan diri.

Apabila semua dapat dilakukan pemerintah. Dan masyarakat mendukung dengan cara jangan pernah malu mengakuinya. Bahkan jika terbukti positif Corona sekalipun.

Mungkin adalah salah satu solusi Untuk Indonesia. Untuk Bangsa ini. Untuk kita semua.

Sekarang bukan lagi waktunya saling menyalahkan. Untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Tanpa menunggu instruksi dari pemerintah. Kita semua harus wajib saling dukung dan dapat dimulai dari orang-orang terdekat.

Untuk Indonesia

(Opini)