PANARAGAN (translampung.com)– Upaya meningkatkan populasi ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melakukan pengembangan program IB (Inseminasi Buatan).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nazaruddin, Selasa (25/05/2021) pukul 12.30 Wib.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah dalam upaya mendorong tentang pemanfaatan teknologi peternakan, untuk meningkatkan jumlah populasi dan perbaikan kualitas genetik ternak khususnya Sapi.

“Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik merupakan suatu cara atau teknik untuk memasukkan cairan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina, dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun.” Jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, tingkat keberhasilan IB pada ternak Sapi di Tubaba sudah cukup baik, dengan indikator angka Service per Conception (S/C) sebesar 1,75. Capaian ini lebih baik jika dibandingkan dengan angka rata-rata nasional sebesar 1,8. Makin kecil nilai S/C adalah makin baik, yang berarti apabila nilai S/C makin besar maka bermakna bahwa efisiensi reproduksinya makin buruk. 

“Adapun untuk pelaksanaan IB ternak Sapi di Tubaba dilaksanakan oleh petugas yang  disebut inseminator, dan kita memiliki sejumlah 19 orang, yang tersebar di seluruh Kecamatan.” Ungkapnya.

Sejauh ini, jumlah ternak sapi di Tubaba tercatat sebanyak 23.312 ekor, dan kedepan program tersebut akan diupayakan untuk terus dikembangkan, misalnya penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan peternak terhadap diagnosa atau deteksi birahi pada Sapi betina, pemberian pakan yang berkualitas, dan pahami kondisi Sapi yang sudah Siap kawin.

“Kita berharap agar kedepannya populasi ternak-ternak berkualitas di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini dapat terus meningkat dan beredar di pasaran luas, sehingga secara otomatis kesejahteraan peternak pun akan meningkat.” Imbuhnya. (D/R)