TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus berupaya menggali potensi obyek-obyek wisata, dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Disporapar Ilham Akbar diruang kerjanya, selasa (26/11/2019)

” Saat ini melalui sektor pariwisata Pemda setempat tengah melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng sebagai obyek wisata strategis. Hal itu didorong dengan dibukanya jalur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung – Palembang.

“Untuk obyek wisata yang paling stategis ya itu Bendungan Way Tebabeng, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan lintas dan asetnya asli milik Pemda Lampung Utara,” ujar Ilham

Dijelaskannya, pilihan utama Pemda setempat untuk melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng itu dari pada Bendungan Way Rarem karena untuk lokasi wisata Way Rarem asetnya milik Pemrov Lampung bukan Pemda setempat.

“Dari semua titik hanya Bendungan Way Tebabeng yang strategis ini akan menjadi wisata induk pariwisata yang ada di 23 kecamatan se-Kabupaten Lampung Utara setelah dilakukan pendataan,” paparnya

Untuk mendesain lokasi wisata itu kata Ilham, Disporapar akan menggundang ahli desain khusus untuk masterplannya agar setelah selesai dapat mendorong peningkatan PAD Kabupaten setempat.

“Harapan kita kita tempat wisata ini nantinya akan menjadi bangsa pasar dan menjadi tujuan wisata yang nantinya secara otomatis akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” Ujar Ilham Akbar.

Ditambahkan Kabid Pariwisata Redy Apriyansyah bahwa di Kabupaten Lampung Utara untuk lokasi wisata bendungan ada di wilayah Kecamatan Kotabumi Utara, Blambangan Pagar, Sungkai Barat, Sungkai Jaya, dan di Kecamatan Camatan Abung Pekurun.

Sedangkan untuk obyek wisata curup atau air terjun yang ada di Kabupaten Lampung Utara itu ada di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Sungkai Barat, Abung Barat, Abung Tengah, dan di Tanjung Raja.

“Curup yang mulai dilakukan pengembangan seperti pada curup atau air terjun ekor kuda, air terjun beringin, air terjun temiangan, kuali, ateng, muara aman dan curup enggal yang ada di Kecamatan Bukit Kemuning,” ujar Redy Apriyansyah.

Saat ini, Disporapar Lampung Utara masih terfokus pada normalisasi Bendungan Way Tebabeng karena sudah mulai dilakukan pengerukan di lokasi sejak dua bulan terakhir karena lokasi tempat wisata ini sangat strategis bila di bandingkan untuk tempat wisata lain.

“Pada lokasi bendungan ini, kita juga tengah melakukan pengajuan untuk penertiban kerambah milik masyarakat agar lokasinya tetap ada dan tidak merusak pemandangan yang nantinya akan dilakukan penataan. Di lokasi bendungan ini nantinya akan di isi dengan berbagai wahana perlengakapan seperti bebek, spetboot dan dayung,” pungkasnya. (Iwan)