TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Para terdakwa di Rumah Tahanan (Rutan)Kelas II B  Lampung Utaa  menjalani persidangan secara online. Sidang peradilan jarak jauh  ini dilakukan oleh para penegak hukum dari tiga instansi untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus korona atau Corona Virus Disease-19 (Covid-19).


Rutan, Pengadilan, dan Kejaksaan di  Lampung Utara, bersepakat untuk melakukan persidangan secara online. Mereka melakukan sidang terhadap para tahanan secara terpisah dengan mengunakan video komunikasi. Para tahanan baik yang didampingi penasehat hukum maupun tidak didampingi, melaksanakan sidang di Rutan. Sedangkan, Jaksa Penuntut dan Hakim serta Panitera berada di Pengadilan Negeri setempat. 


Karutan Kelas II B Daniel Arief didampingi Kepala Pengamanan Rutan, Ade Chandra, mengatakan persidangan online para tahanan tersebut dimulai sejak Senin (30/3/2020) lalu. Dan hari ini merupakan hari ketiga pelaksanaan sidang secara online.


“Hari ini, terdapat puluhan tahanan tengah menjalani sidang. Prosesnya Alhamdulillah berjalan aman dan lancar. Dan ini sangat efektif,” kata Daniel, Kamis (2/4/2020).
Meski sidang dilakukan secara online kata Karutan, namun para tahanan tetap mendapat keamanan  termasuk protokol soal pencegahan Covid-19.


“Keamanan dan kesehatan para tahanan yang mengikuti sidang online kami jaga. Tidak ada yang memastikan saat terdakwa kembali ke dalam Rutan dalam keadaan bersih. Sehingga imbauan untuk mencuci tangan dan membersihkan diri kami lakukan kepada mereka,” cetus Daniel.
“Sidang secara online ini akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan, melihat perkembangan Covid-19. Semoga akan segera berakhir,” ujarnya


Masih kata Daniel, selain melakukan sidang on line, disini kita juga sudah melakukan penutupan kunjungan dengan tidak menerima kunjungan dari pihak keluarga atau dari pihak manapun, jadi kami disini hanya memberikan kebijakan boleh mereka hanya mengantarkan makanan saja, makanan itu pun harus makanan yang olahan, jadi untuk makanan yang berbentuk kemasan itu kami larang. pungkasnya (Iwan)