PANARAGAN (translampung.com)– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, rutin menggelar razia atau Operasi Gabungan bersama tim TNI – Polri. Hal itu, guna memastikan kepatuhan masyarakat terhadap adanya aturan PPKM terutama pada tempat hiburan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid 19.

Dikatakan Kepala Satpol PP Tubaba, Rudi Riansyah, kepada translampung.com, pada (23/7/2021). Bahwa untuk memastikan penutupan tempat-tempat hiburan tersebut, hampir setiap malam pihaknya melakukan Operasi serta pemantauan.

“Tempat hiburan seperti karaoke, hiburan malam, panti pijat, dan sejenisnya harus ditutup untuk sementara waktu. Dan jika ada yang masih kita temukan dibuka, maka akan diberikan teguran untuk ditutup, jika masih saja tidak patuh maka akan kita tindak tegas.” Ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sesuai Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 tanggal 9 Juli 2021 Nomor 360/148/III. 07/ Tubaba/VII /2021, tentang pembatasan kegiatan keramaian dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di kabupaten Tubaba hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Serta menindaklanjuti Inmendagri Nomor 17 Tahun 2021 pada 5 Juli 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro, dan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/100/VII/POSKO/2021.

“Himbauan itu juga sudah kita tindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Edaran Satpol PP Tubaba Nomor 300/155//II.05/TUBABA/2021 tentang Penutupan Sementara Tempat Hiburan di Kabupaten Tubaba.” Terangnya.

Selain itu, terkait pelaksanaan kegiatan makan minum di tempat umum warung makan, rumah makan, kafe pedagang kaki lima, atau lapak jajanan hanya diperkenankan sebesar 25 persen dari kapasitas sebelumnya.

“Bahkan, dalam aturan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tersebut, khusus Pernikahan, Khitanan dan hajat lainnya hanya boleh dilakukan dengan ketentuan sebatas Akad Nikah di KUA/Rumah dan hanya diperbolehkan dihadiri keluarga dan undangan tidak melebihi 50 orang, juga tanpa hidangan makanan di tempat, serta hiburan orgen atau alat musik.” Jelasnya.

Kata dia, dalam Operasi Gabungan yang dilaksanakan pihaknya tersebut, sampai dengan semalam masih saja ditemukan warga yang tidak patuh bahkan tidak memakai masker, oleh karenanya itu diberikan teguran dan upaya-upaya persuasif.

“kita harap kesadaran masyarakat dapat meningkat, karena apabila masih terjadi pelanggaran terhadap aturan tersebut diatas padahal telah diberikan teguran, maka akan dikenakan sanksi berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Perda/Perbup terkait Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, serta Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait.” Imbuhnya. (D/R)