TRANSLAMPUNG.COM,PESAWARAN- Sebagai bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi Covid-19,yang saat ini terjadi selaku Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan kebijakan untuk mengeratiskan semua pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan yang di peruntukan bagi masyarakat di Kabupaten Pesawaran.

Menurut Dendi Ramadhona kebijakan yang di keluarkan oleh Pemkab Pesawaran ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi pandemi  Covid-19 yang saat ini terjadi di Bumi Andan Jejama.

 “Ya,kita untuk sedikit meringankan beban masyarakat dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, untuk semua Puskesmas dan RSUD Pesawaran, hari ini (Jumat, 10/4) kita gratiskan biaya pengobatannya bagi pasien BPJS maupun non BPJS, dan yang tidak bergejala Corona juga kita gratiskan,” ungkapnya, usai meninjau kesiapan Penanganan Covid-19 pada sejumlah pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, Jumat (10/04/2020). 

Dijelaskannya oleh orang nomor satu di Kabupaten Pesawaran ini bahwa masyarakat hanya memerlukan identitas diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di sejumlah Puskesmas dan RSUD Pesawaran.

“Kita akan gratiskan selama dua bulan yaitu bulan April dan Mei, persyaratannya masyarakat harus bisa menunjukkan KTP atau identitas sebagai masyarakat Pesawaran,” kata Dendi Ramadhona. 

Selain menggratiskan pelayanan kesehatan,lanjut Dendi Pemkab Pesawara  juga akan menambah insentif bagi tenaga medis yang memberikan perawatan terhadap pasien ODP maupun PDP. 

“Untuk tenaga medis juga akan kita beri perhatian dengan meningkatkan insentif yang tadinya hanya Rp150 ribu menjadi Rp500 ribu jika dia memberikan perawatan terhadap satu pasien yang dinyatakan ODP maupun PDP, tentunya hal itu tidak sebanding dengan apa yang mereka (tenaga medis) lakukan tapi setidaknya itu bentuk perhatian dan dukungan dari Pemkab Pesawaran,” tukasnya. 

Disisi lain,dalam rangka melihat kesiapan fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkab Pesawaran dalam menangani pasien Covid-19, ia menerangkan memang masih ada beberapa dinamika yang terjadi. 

7″Salah satu kendala kita adalah keterbatasan tenaga medis yang masih kurang, tapi jika untuk fasilitas penanganan Covid-19 saya rasa sudah cukup, makanya tadi juga saya lakukan simulasi penanganan pasien Corona di dua Puskesmas yaitu Puskesmas Padang Cermin dan Bunut, sejauh ini saya lihat mereka cukup mengerti terkait dengan SOP penanganannya,” ucapnya. 

“Kedepannya Pemkab Pesawaran juga akan terus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran karna saya tidak ingin ada masyarakat di Bumi Andan Jejama  ini terinfeksi Covid-19,”pungkasnya (*/ydn).