MESUJI — Guna memaksimalkan pembangunan di Desa, seorang Kepala Desa, tentunya harus mampu menguasai dan mengetahui aturan, serta tatacara mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Terutama bagi kepala desa yang baru saja terpilih pada Pilkades serentak tahun 2019 kemarin di Mesuji.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mesuji Sunardi Nyerupa.SE., kala membuka kegiatan pelatihan awal masa jabatan kepala desa terpilih serentak tahun 2019, yang dilaksanakan di Balai Desa Gedung Ram, Kecamatan Tanjung Raya, selasa(25/02).

Dijelaskan Sunardi, Kepala Desa merupakan ujung tombak, pelopor pembangunan di desanya. Oleh sebab itu, kepala desa perlu mendapatkan wawasan dan pengetahuan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuannya khususnya dalam hal mengelola DD, agar pembangunan di desanya lebih maksimal.

“Ya, ada 21 kepala desa yang mengikuti pelatihan hari ini, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari sampai Rabu (26/02) besok. Namun ada satu Kepala Desa yang berhalangan hadir yaitu Kades Sungai Badak, Kecamatan Mesuji karena sedang sakit dan di rawat di RS Urip Sumohardjo, Bandar Lampung,” jelas Sunardi.

Selain dihadiri sebanyak 21 Kades terpilih tahun 2019, kegiatan itu juga di hadiri Bupati Mesuji Hi. Saply.TH., Kapolres Mesuji AKBP. Alim.SH.S.IK., Penjabat(Pj) Sekretaris Daerah Mesuji Drs. Edison Basyid Habibi, Ketua TPKK Mesuji Hj. Nellywati Saply, para Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Mesuji.

Dalam sambutannya, Bupati Mesuji Hi. Saply. TH., mengatakan Kepala desa memiliki makna strategis, karena itu akan dibekali kemampuan untuk menjalankan roda pemerintahan di desa. Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk memberikan pembinaan agar tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala desa bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan dari Pemeritah Daerah dan salah satu faktor pendukung maju-mundurnya suatu desa dibutuhkan peran dari kepala desa dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan tertinggi di desa,”terangnya.

Saply juga berpesan agar seluruh kepala desa harus mengerti hak dan kewajibannya. Untuk itu Dia berharap, melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh DPMD ini, kedepan mampu menambah wawasan serta meningkatkan kinerja kepala desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Pemerintah Daerah ingin menciptakan kompetensi kades dalam menjalankan tugas di desa masing-masing. Selain itu, berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan di desanya, kepala desa harus banyak berkordinasi baik dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, RK, dan unsur terkait lainnya,”harapnya.

Dalam pelatihan tersebut Kapolres Mesuji AKBP. Alim.SH.S.IK., yang menjadi nara sumber menegaskan, bahwa seorang kepala desa harus bisa menjadi panutan di desanya. Sebab, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik karena semua akan ada pertanggung jawabannya kelak.

Selain itu Kapolres juga menjabarkan tentang aturan dan Undang-Undang terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pentingnya ini agar kepala desa bisa selamat dan terhindar dari jerat hukum saat menjalankan tugasnya sebagai kepala desa.

“Pesan terakhir untuk seluruh Kepala Desa di Mesuji, ‘Jauhi Narkoba’ bebaskan generasi penerus kita di desa masing-masing dari bahaya narkoba. Yang tak kalah penting, jalankan tugas dan amanah masyarakat dengan sebaik mungkin dan penuh rasa tanggung jawab. Karena, tugas kepala desa merupakan pioner serta motor penggerak pembangunan demi kesejahteraan masyarakatnya, dan kemajuan desanya,” tandasnya.(Nara)