TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Kementeria Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan mulai menertibkan dan meverifikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh Khusus (PPIUK). Selain itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), juga dilakukan penertiban.

“Untuk penertiban dan verifikasi ulang data pihak penyelenggara, sudah kami lakukan dimulai Senin (17/2) kemari. Dan, ini akan terus kami lakukan agar pihak penyelenggara betul-betul legal. Dilamsel KBIH tercata 5, sementara Peneyelenggara (Travel) baru satu karena ini pertama ,” kata H.Jamhuri, Kasi Penyelenggara Umroh dan Haji ditemui diruang kerjanya, Selasa (18/2/2020).

Dijelaskan Jamhuri, penertiban travel ini berdasarkan dengan peraturan Kementerian agama No.338 tentang Pedoman, Tata cara, Persyaratan Pelaporan Pembukaan Kantor Cabang Penyelenggara Perjalan Umroh. Atas dasar tersubut, maka Kemang Lamsel melakukan pendataan terhadap pihak penyelenggara.

“Dari aturan itu, maka pihak penyelanggara wajib mentaatinya. Dimana salah satu poin yang ditekankan adalah membuat biro atau kantor yang berdomisili didaerah,” jelas Jamhuri..

Jika aturan tersebut, tidak diindahkan, lanjut dia maka Kemang Lamsel akan menindak tegas dengan mencabut surat izin sebagai penyelenggara umroh.

“Setelah kami cek, ternyata ada pihak penyelenggara tidak memiliki biro didaerah. Nanti, kita berikan sanksi teguran lisan dan tertulis. Masih juga membadel, maka Kemang Lamsel mengusulkan surat pencabutan izin ke Kanwil yang diteruskan kekementerian pusat,” tegas dia.

Karena ini bersifat pelayanan, ditambahkan dia, maka Kemang Lamsel ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami tidak inginkan, ada masyarakat menjadi korban pihak-pihak penyelenggara yang ilegal. Dan, kami juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah teriming-imingi dengan biaya yang murah tetapi menyengsarakan. Bila perlu cek kekemenang apakah penyelenggara tersebut resmi atau tidak,” pungkasnya.(Johan)