Lampung Barat – Dikenal dengan masyarakat luas PKH atau Program Keluarga Harapan, yang merupakan program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Salah satunya mereka yang berhak mendapatkan PKH adalah yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar.

Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin.

Dalam jangka pendek program ini bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Namun di tahun 2021, menurut Kepala Bidang Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Ferri Susanto, mendampingi kepala dinas Sosial, Edi Yusuf, menjelaskan, jumlah peserta penerima PKH mencapai 16.676 ribu KPM lebih di Lampung Barat akan mengalami pengurangan

Tetapi itu masih dalam wacana pemerintah pusat belum resmi, pegurangannya pun belum jelas berapa. Jika merujuk diangka nasional mencapai 30 persen. Sehingga menurutnya, “setiap daerah menyesuaikan dari jumlah penerima PKH,” jelas Ferri, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1/2021)

Sampai saat ini upaya untuk pengurangan jumlah KPM PKH di Lamung Barat, masih melalui kesadaran masyarkat sendiri yang sudah merasa mampu ekonominya.

Tetapi kata dia, ada juga yang melalui pemberian pemahaman aparatur pekon dan pendamping PKH tentang guna dan manfaat bantuan tersebut. Karena pihaknya menilai masih ada masyarakat yang layak menerima bantuan sosial ini.

Dia berharap masyarakat yang ekonominya sudah merasa membaik setelah dapat PKH agar mundur dari program ini, “karena banyak yang layak tapi belum masuk data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” harapnya. (Safri)