PRINGSEWU – Surutnya air di Telaga Gupit, Gadingrejo, Pringsewu rupanya membawa berkah tersendiri bagi masyarakat. Salah satu tempat wisata di Kabupaten Pringsewu, Lampung ini mendadak jadi lautan manusia, Ahad (1/11) .

Pasalnya, ada panen raya ikan di telaga yang menjadi bagian dari dua desa ini, yakni Mataram dan Tegalsari.

Bahkan, kegiatan yang direncanakan menjadi agenda tahunan di setiap kondisi telaga kering ini, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi. Atas fenomena ini, Wabup Pringsewu mempunyai penilaian tersendiri.

Menurutnya, kegiatan ini justru menarik dan memiliki nilai jual. Terbukti, kata dia, pengunjungnya justru banyak saat ada panen ikan di telaga ini, bahkan tak sedikit ada yang datang dari luar Pringsewu. “Ini bisa dijadikan kegiatan dalam rangka menyiasati surutnya air telaga”, katanya.

Dikatakan Fauzi, pihaknya nanti akan bekerjasama dengan pokdarwis setempat untuk menjadikannya sebagai agenda wisata. “Pemkab Pringsewu akan memberikan bantuan kepada pokdarwis, misalnya untuk pengadaan bibit ikan untuk ditebar di Telaga Gupit”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Telaga Gupit Sugiyono mengatakan untuk kegiatan panen raya ikan ini, pihaknya mengenakan biaya kepada para penangkap ikan dengan menyesuaikan ukuran jaring yang digunakan untuk menangkap ikan.

“Tarifnya hanya Rp 20,000 setiap meter jaring. Sedangkan para pengunjung tidak dikenai tarif masuk namun hanya biaya parkir kendaraan saja. Hasil kegiatan ini nantinya akan dipergunakan untuk membeli bibit ikan lagi nantinya yang akan ditebar saat kondisi air telaga kembali naik,” ujarnya.(reza)