Oleh : Aqua Dwipayana

Judul tulisan di atas pasti menggelitik banyak orang yang membacanya. Itu adalah realita yag masih sering kita temukan dalam keseharian kita saat berada di tengah-tengah masyarakat.

Termasuk saat pandemi Covid-19 ini. Makin banyak orang dan institusi yang merasakan kesusahan luar biasa. Sebelumnya sama sekali tidak pernah menyangka itu bakal terjadi.

Sikap tidak butuh bantuan dari siapapun terjadi pada individu dan institusi. Itu karena mereka kurang rendah hati. Merasa bahwa masalah berat yang sedang dihadapi bisa diatasi sendiri tanpa bantuan orang lain.

Padahal tanpa mereka sadari, TUHAN sedang mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia untuk memberikan bantuan. Sekaligus menguji hati mereka.

Diyakini utusan TUHAN itu bisa menuntaskan masalah mereka, minimal mengeleminir sehingga pusingnya terhadap masalah itu berkurang. Jadi tujuannya positif sekali.

Ibarat Bom Waktu, Tinggal Menunggu Meledak
Sayangnya “malaikat” itu tidak mereka manfaatkan. Bahkan disia-siakan. Sejak awal sudah mengedepankan “pikiran kotor” dengan menaruh curiga ada maksud-maksud tertentu di balik tawaran yang disampaikan.

Hati mereka yang sedang “beku” membuat merasa tidak butuh bantuan orang lain. Beranggapan semua masalah itu dapat dituntaskan sendiri.

Akibatnya jadi berlarut-larut. Masalahnya makin besar. Ibarat bom waktu, hanya tinggal menunggu meledaknya saja. Begitu ada yang memicu, bisa meledak setiap saat. Dampaknya pasti ke mana-mana.

Orang-orang yang melihat dan merasakan sendiri kondisi itu, sering berkomentar sudah susah sombong lagi. Jadi masalahnya dobel-dobel dan cenderung membesar.

Padahal kalau ada masalah – sebesar apapun itu – disarankan agar segera dieleminir dan dituntaskan. Jika bisa dilakukan sendiri atau di internal organisasi agar diupayakan semaksimal mungkin.

Utamakan Rendah Hati, Jangan Ragu Menerima Bantuan Tulus Ikhlas
Kalau tidak mampu agar jangan ragu-ragu minta bantuan orang lain yang diyakini bisa membantu. Tidak perlu gengsi melakukan itu. Apalagi di dunia ini tidak ada manusia super yang bisa menuntaskan setiap masalah dirinya dan orang lain.

Salah satu tujuan TUHAN menciptakan manusia agar dapat saling tolong-menolong dalam kebaikan. Menuntaskan masalah yang ada.

Di sisi lain jika ada orang-orang yang menawarkan bantuan dengan tulus ikhlas, agar jangan ragu-ragu untuk menerimanya. Apalagi tanpa konsekuensi apa-apa. Segera eksekusi.

Dalam kondisi sulit sebaiknya lebih mengutamakan sikap rendah hati. Hal itu merupakan “pembuka jalan” yang lebar dan luas untuk memberikan solusi terbaik buat menuntaskan semua masalah yang sedang terjadi.

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang sudah susah sombong lagi. Aamiin ya robbal aalamiin…

Sesaat setelah mendarat di Bandara
Internasional Soekarno-Hatta Tangerang dari Bali, saya ucapkan selamat berusaha untuk konsisten menjadi orang yang rendah hati. Salam hormat buat keluarga. 20.00 17092020😃<<<