Translampung.com – Innaa lillaahi wa Innaa Ilaihi Roojiuun. Telah meninggal dunia H Suparno bin Wonokoromo, tadi pagi dalam perjalanan menuju RSCM Jakarta. Almarhum sakit lambung yang diderita sejak beberapa minggu terakhir ini. Rencananya almarhum akan dimakamkan di kampung kelahirannya, Ngawi, Jawa Timur.

Meninggalnya bos Sumatera Ekspres Grup yang lahir 10 Maret 1958 ini membuat duka yang mendalam bagi Sumatera Ekpres Grup, insan pers, dan semua relasi dan handai tulan. Tak terhitung jasa almarhum bagi perkembangan pers di Sumsel, Sumbagsel serta wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Ya informasi meninggalnya P Parno, sebutan akrab H Suparno Bin Wonokromo, bermula karyawan di Jakarta Hj Rosmiati di grup WhatsApp. Kawan-kawan Pak Parno lagi sakit dan dalam perjalanan menuju RSCM mohon doa, dan kiriman doanya Ya. Semua yang ada dalam grup pun menimpali. Alfatehah, Semoga Cepet diangkat penyakitnya, Aamiin, Cepat Sehat Bos, SyafakAllah Pak Bos.

H Suparno saat foto di depan Graha Pena dengan security, baru baru ini.
Dan Tak lama kemudian, Ting, Whatshap berikutnya dari Hj Muarni. Mengabarkan dalam Grup itu juga dengan kalimat, Innaa Lillaahi wa Innan ilaihi roojiuun, meninggal dunia bapak kita barusan. Emoji, Menangis, Ucapan Duka Cita, Husnul Khotimah akhirnya terus bersahutan.

Ya, P Parno, pernah dirawat di Hermina, dan RSCM, karena sakit lambungnya itu. Dan alamrhum sudah dinyatakan sehat dan diperbolahkan pulang ke Palembang. Saat pulang ke Palembang, terlihat segar meski badannya kurus. Saat ke Graha Pena banyak bersilaturahmi dengan karyawan. Begurau, dan banyak karyawan yang menanyakan kesehatan. Sehat Pak? Kata Fajar Satpam saat minta foto selfie? ”Sehat dek. Alhamulillaah,” jawab Pak Parno, sambil memeluk karyawan dan menepuk pundak ini. P Parno orang baik. Terlalu banyak kebaikanmu. Semoga husnul khotimah Pak.(ckm/md)