TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Hampir seminggu dikarantina, dua warga Tiyuh (Desa) Penumangan Baru, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, diduga tidak mendapatkan makanan dan minuman.

Dikatakan Tiara dan Enisyah, kedua warga yang menjalankan masa karantina di Rumah Singgah Tiyuh Penumangan Baru, saat dikonfirmasi translampung.com pada Senin (11/5/2020) pukul 09.58 Wib. Untuk makanan dan minuman selama karantina, kami diantarkan keluarga.

“Saya pulang dari perantauan pada hari jumat (08/5) dan langsung di karantina di Rumah Singgah Tiyuh, dan selama saya di karantina tidak pernah mendapatkan makanan dan minuman dari Pemerintah Tiyuh, sehingga saya selalu diantarkan keluarga untuk makan dan minum. Bahkan untuk keperluan mandi pun saya beli sendiri,” terang Tiara.

Tidak hanya Tiara, begitupun Enisyah, yang telah menjalankan karantina terlebih dahulu sejak Kamis (07/5), bahwa selama karantina baru mendapat makan sekali saja pada hari pertama, itupun hanya makan siang.

Sementara itu, dikatakan salah satu keluarga Tiara, bahwa selama ini ia selalu mengantarkan makan minum untuk saudaranya tersebut, sehari 3 kali.

“Jangankan makan minum, bahan makanan pun tidak ada mereka berikan, kalau memang seandainya beralasan ini Puasa. Tidak apa kami yang memasak untuk keperluan sahur dan berbuka, tapi sampai saat ini belum ada bantuan itu,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Penjabat (Pj) Kepala Tiyuh Penumangan Baru Wasid, menyangkal akan hal tersebut, karena untuk warga yang menjalankan Karantina selalu diberi makan dan minum serta pelayanan kesehatan setiap harinya.

“Dikarenakan ini Puasa, maka warga yang di karantina kita berikan makan sekali saat berbuka. Selain itu, kita juga memberikan bahan makanan untuk warga tersebut melalui keluarganya jika mau dimasak,” kata Wasid, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya pukul 10.36 Wib.

Sedangkan dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tiyuh (DPMT) melalui Kepala Bidang Aparatur Pemerintah Tiyuh Iwan Setiawan. Bahwa untuk fasilitas makan minum itu sudah menjadi kewajiban atau tanggung jawab dari Pemerintah Tiyuh sehari 2-3 kali, begitu juga dengan fasilitas untuk mandi harus disediakan.

“Anggaran itu kan memang sudah diatur untuk penanganan Covid 19, dan sudah dibahas bersama tentunya termasuk untuk karantina warga, sehingga harus dilaksanakan sesuai arahan,” imbuhnya. (D/R)