PERSAKI (Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia) adalah organisasi independen, kredibel, mandiri, professional dan bermartabat, dengan demikian saya berharap DPD PERSAKI Lampung masa bakti 2021-2024 mampu berperan dan berkarya dalam memberikan masukan konstruktif dan komprehensif baik aspek akademis dan praktis dalam pembangunan khususnya bidang kehutanan baik di daerah dan nasional, ungkap Agung Nugraha, Sekretaris Jenderal DPP PERSAKI, Sabtu, 10-4-2021 di Gedung Pusat Informasi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung.

MD Wicaksono dilantik sebagai Ketua DPD PERSAKI Lampung beserta jajaran kepengurusan berdasarkan keputusan DPP Persaki nomor 01/Persaki/DPP/IV/2021 yang ditandatangani Ketua Umum, Poedji Churniawan. Dalam struktur kepengurusan terdiri dari Pembina, Penasehat, Dewan Pakar, sedangkan DPD terdiri pengurus inti yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara, serta bidang kajian kebijakan dan Iptek, bidang komunikasi dan kerjasama, bidang pengembangan SDM dan kewirausahaan, dan bidang pengabdian.

Sarjana Kehutanan Lampung yang bertugas di Provinsi Lampung berasal dari 13 Perguruan Tinggi Kehutanan di Indonesia, dari barat ke timur yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Rancang Kuning, Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, Universitas Tanjung Pura, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin, Universitas Cendrawasih, Institut Pertanian Bogor, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Winaya Mukti, Instiper dan Universitas Gadjah Mada bertugas di UPT KLHK, Pemerintah Provinsi Lampung, BUMN, Perguruan Tinggi, Swasa Kehutanan, NGO dan Wirausaha, jelas MD Wicaksono. Keberagaman ini menjadi kekuatan Persaki Lampung untuk menyumbangkan pemikiran dan karya dalam pembangunan kehutanan.


Bersamaan dengan kegiatan Pelantikan juga dilaksanakan Ngopi (Ngobrol Pintar) tentang Kelestarian Ekosistem Hutan Membangun Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang efektif, operasional, berkelanjutan dan permanen dengan menampilkan Agung Nugraha (Direktur Wana Aksara) dan Yanyan Ruchyansyah (Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung). Agung Nugaraha menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan 99% diakibatkan manusia, sehingga pembinaan dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu cara untuk menanggulanginya. Mencegah kebakaran menjadi langkah strategis dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pungkas Agung Nugraha.(*)