TRANSLAMPUNG.COM,PESIBAR -Sekdakab Pesisir Barat (Pesibar) menghadiri acara penyambutan Audiensi Perwakilan Badan Bahasa Kemendikbud RI dalam program Pengiriman Sastrawan Berkarya ke wilayah 3-T penempatan kabupaten setempat tahun 2020, di OR Batu Gughi, Selasa (1/9/2020).

Dalam sambutan Sekda Lingga Kusuma mengatakan Kabupaten Pesibar adalah daerah baru di Provinsi Lampung yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lambar pada tahun 2013. Dengan situasi saat ini, berbagai aspek pembangunan perlu ditingkatkan dan dikembangkan tidak hanya pembangunan berupa fisik melainkan juga pembangunan yang berbasis budaya khususnya dalam bidang bahasa dan sastra.

“Kita memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa diantaranya adalah kekayaan bahasa dan sastra. Pesibar memiliki bahasa asli yaitu bahasa lampung yang secara umum dikenal dengan bahasa lampung dialek A (Krui),” ucapnya saat memberikan sambutan.

Kemudian, kata dia, karya sastra yang dimiliki masyarakat adat pesisir barat juga beragam jenisnya. Atas dasar itu, Pemda setempat menyusun pokok-pokok pikiran kebudayaan (PPKD) pada tahun 2018, sesuai dengan UU No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Kebijakan-kebijakan tersebut diambil bukan tanpa alasan, tentu saja Pesibar sangat membutuhkan kebudayaan sebagai salah satu aspek dalam sebuah pembangunan berkelanjutan. Strategi kemajuan kebudayaan dan kearifan lokal ini tentu saja diperlukan, apalagi dengan bantuan dan kerjasama dari badan bahasa Kemdikbud RI serta peran aktif dari kita semua,” imbuhnya.

Sekda juga menyampaikan harapannya kepada Kemdikbud RI dalam hal ini Badan Bahasa Kemdikbud dapat memprioritaskan bantuan untuk pengembangan bahasa dan sastra di Kabupaten Pesibar. tentu saja hal tersebut untuk mendukung kemajuan kebudayaan di wilayah 3-T.

“Pemda beserta masyarakat yang ada di Kabupaten Pesibar menaruh harapan besar atas dikirimnya perwakilan sastrawan berkarya ke wilayah kami ini,” pungkas Lingga. (r7)