Oleh Aqua Dwipayana

Selama pandemi Covid-19 – sejak awal Maret 2020 sampai waktu yang tidak diketahui – banyak orang yang mengalami cobaan luar biasa. Mereka sama sekali belum pernah membayangkan kondisi seperti ini bakal terjadi.

Ada yang siap dan tabah serta mampu mensiasatinya sehingga sampai sekarang dapat bertahan dalam situasi yang dari waktu ke waktu terasa semakin sulit. Mereka terus berjuang agar tetap bisa “hidup”.

Sebaliknya, banyak yang tidak siap sehingga berpengaruh besar pada dirinya dan keluarganya. Mereka frustasi, kecewa, marah, sedih, dan beragam perasaan negatif lainnya menghadapi kondisi ini. Di hati dan pikirannya campur aduk.

Mereka semua – baik yang siap maupun yang tidak siap menjalani aktivitas selama pandemi Covid-19 ini – membutuhkan motivasi. Hati dan pikirannya perlu segera “disentuh” agar tetap optimis dan semangat melaksanakan semua aktivitas.

Para pemimpin atau atasan yang cerdas biasanya langsung bersikap dan bertindak. Begitu melihat semua jajarannya mulai “loyo” sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, melakukan langkah-langkah strategis.

Perlu Orang Luar untuk “Menyentuh” Semua Karyawan di Perusahaan
Semua aspek di organisasi disentuh. Terutama fokus pada sumber daya manusia (SDM) yang ada karena selama ini menjadi aset utama. Jika mereka “terganggu” maka akan berpengaruh besar pada organisasi secara keseluruhan.

Para pemimpin atau atasan itu paham betul bahwa perlu orang luar untuk “menyentuh” semua karyawan di perusahaannya. Tidak cukup hanya dilakukan dirinya karena kondisinya tidak normal dan kronis.

Lebih dari 6 bulan dalam situasi yang tidak menentu – selama pandemi Covid-19 – membuat banyak orang termasuk para pegawai jadi “sakit” baik hati maupun pikirannya. Mereka butuh “obat” untuk menyembuhkannya dan mengembalikan semangatnya seperti sediakala.

Untuk melakukan itu tidak cukup hanya dengan cara-cara biasa. Seperti yang rutin dilakukan oleh atasan ke seluruh bawahannya. Perlu “sentuhan” ekstra terutama untuk menunjukkan potensi diri mereka. Juga buat “menggerakkan” hati dan pikiran mereka.

Atasan yang cerdas dan sangat memahami suasana kebatinan dan pikiran seluruh jajarannya biasanya meminta bantuan pihak luar untuk “menyentuh” hati dan pikiran semua bawahannya. Menyerahkan sepenuhnya kepada orang-orang yang memang ahli melakukan itu.

Segera Bertindak, Harus Diserahkan Pada Ahlinya
Para atasan tersebut sadar sekali bahwa segala sesuatunya harus diserahkan pada ahlinya. Jika tidak tunggulah kehancurannya. Itu juga sesuai pesan di agama.

Mereka tidak berpikir panjang untuk melakukan itu. Segera bertidak. Dengan penuh optimisme melaksanakannya. Yakin kondisinya jadi baik dan dari waktu ke waktu semakin membaik.

Seiring dengan itu, juga yakin secara signifikan semangat seluruh jajarannya kembali pulih. Bersama-sama mereka mengoptimalkan kinerjanya sehingga semua target yang ditetapkan manajemen dapat tercapai.

Untuk selanjutnya bersama-sama menjaga agar hati dan pikiran seluruh karyawan tenang dan perasaan mereka selalu nyaman. Sehingga meski masih pandemi Covid-19 mereka tetap semangat bekerja dan berkarya serta mengoptimalkan potensi dirinya.

Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga semua orang termasuk para karyawan makin semangat mewujudkan semua impiannya. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Bogor saat menghadiri secara daring acara Dies Natalis ke-60 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, saya ucapkan selamat menata hati dan pikiran agar tetap semangat untuk bekreasi dan berinovasi selama pandemi Covid-19. Salam hormat buat keluarga. 09.30 18092020😃<<<