TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Sebuah rumah  dan barang- barang elektronik serta material di pemukiman warga Dusun Dorowati, Desa Penagan Ratu, Abung Timur, Lampung Utara ( Lampura)  hancur dan rusak akibat tersambar petir, Rabu (8/4/2020) tadi malam.


Pemilik rumah Dedi Adrianto menyebutkan kejadian tersebut saat hujan lebat disertai angin. Tiba- tiba terdengar suara ‘menggelegar’–petir–dari atap rumah lantai atas. “Beruntung, saat kejadaian kami berada di lantai bawah. Sehingga, Alhamdulillah tidak ada korban. Atap rumah jebol akibat serangan dahsyat petir tersebut,” ucap Dedi
Ditambahkan Dedi serangan petir tidak hanya menyambar rumahnya saja. Namun, sejumlah material dan perabotan elektronik milik warga sekitar ikut rusak akibat dampak dari serangan geledek itu. Pihaknya  kini tengah mendata  perabotan milik warganya yang rusak akibat musibah itu.


” Dampak serangan petir selain rumah, barang elektronik seperti kulkas, televisi, ac, lampu- lampu dan perabotan lektronik lainnya rusak. Kami masih mendata rumah dan barang apa saja yang rusak akibat serangan petir itu,” cetus Dedi.


Diduga Akibat Tower
Dedi Adrianto menyebut serangan petir yang menyambar rumah dan barang elektronik milik warganya diduga akibat adanya tower yang berada di tengah pemukiman penduduk setempat.


” Diduga ground penangkal petir di tower Dusun Dorowati kurang dalam, sehingga mengakibatkan rumah warga dan barang barang elektronik yg ada di sekitar tower tersambar petir. Kami meyakini kejadian ini akibat adanya tower itu,” kata Dedi. 
Dia bersama warga meminta agar perusahaan pengelola tower  bertanggung jawab terhadap kerugian materi yg ditimbulkan oleh sambaran petir tersebut dan memperbaiki sistem pengamanan penangkal petir yg telah terpasang. Sehingga, tidak terulang kembali kejadian serupa.


Apabila pihak perusahaan tdk menindak lanjuti musibah ini dan tidak memberikan solusi kepada warga, maka warga sekitar akan menandatangani kesepakatan bersama agar pemerintah daerah mengevaluasi izin berdirinya tower tersebut. “Atau mencabut izin operasional tower, karena kesalamatan warga lebih utama dari pada manfaat yg diberikan oleh adanya tower itu,” pungkasnya (Iwan)