DIPERIKSA POLISI: Tersangka curat sepasang kucing persia senilai Rp5 juta, AL (15) saat diperiksa polwan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tanggamus. (Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Meski masih sangat belia, aksi AL (15) bersama satu rekannya terbilang sangat meresahkan. Duo pencuri itu menggondol apapun yang mereka bisa uangkan. Bahkan mereka punya kode “bisnis malam” untuk menyebut aksinya.

Akhirnya sepak terjang remaja asal Kecamatan Gunungalip itu, kandas di Pekon Negeriagung, Kecamatan Talangpadang. Di sana, AL dan rekannya nekat menggondol sepasang kucing persia berikut kandangnya milik Ahmad Syaifullah (25). Para tersangka tak sadar, aksinya terekam jelas kamera pengintai di teras rumah korban.

Bermodal laporan korban dan bukti rekaman kamera pengintai, petugas memburu kedua tersangka. Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. menjelaskan, aksi pencurian sepasang kucing itu terjadi Jumat (2/10/2020) pukul 03.37 WIB.

“Kemudian tersangka AL sendiri, berhasil ditangkap Selasa (6/10/2020) pukul 21.00 WIB di rumahnya. Sementara rekan tersangka masih dalam pengejaran. Para tersangka ini rupanya residivis pencurian dengan pemberatan (curat). Mereka menggunakan kode ‘bisnis malam’ untuk menyebut aksinya,” beber Edi Qorinas, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, S.I.K.

Pada tahun 2017, AL pernah melakukan kejahatan serupa. Mendapatkan hukuman delapan bulan kurungan. Alih-alih jera, ia malah melakukan “bisnis malam” lagi. Edi Qorinas menyebutkan aksi mereka dikenal sangat meresahkan.

Edi Qorinas mengatakan, sepasang kucing persia dalam satu kandang itu, disembunyikan di rumah AL. Kemudian dari penangkapan AL, polisi hanya mendapati seekor kucing dan kandangnya. Satu ekor kucing lagi, dibawa oleh rekan AL yang kini masih dikejar petugas.

Saat ini AL diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. Terhadap barang bukti kucing, sementara dititipkan kepada pemilik guna perawatan.

Kemudian terhadap rekan AL yang juga membawa satu kucing korban, telah diketahui identitasnya dan masih dalam pencarian.

“Terhadap tersangka AL, dijerat Pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara. Namun dalam penyidikannya mengacu kepada UU Peradilan Anak,” tegas kasat reskrim.

Edi Qorinas menambahkan, kepada petugas AL mengakui sempat menawarkan kucing curian melalui media sosial. Dan polisi berhasil mengidentifikasi. Beruntung kucing yang ditawarkan belum terjual. (ayp)