PANARAGAN (Translampung.co)–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, mengecam keras kekejaman dan kebiadaban Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza.

PWI Tubaba juga menyerukan kepada seluruh wartawan di Tubaba, Lampung bahkan di Indonesia untuk mengutuk keras pemerintahan Israel atas kekerasan terhadap jurnalis dan serangan bom ke sejumlah kantor media di Palestina.

Menurut Ketua PWI Tubaba Edi Zulkarnaen, kekejaman yang dilakukan Israel di Jalur Gaza Palestina sejak Ramadhan, Idul Fitri 1442 H hingga saat ini merupakan bentuk kebiadaban Israel yang tidak berkemanusian dan harus segera menjadi perhatian wartawan seluruh Indonesia dan Dunia.

“Israel tidak berkemanusia, Israel penjajah keji, Israel biadab, dan Israel musuh bersama. Mari kita selalu mendoakan saudara-saudara kita Palestina dalam setiap do’a kita, agar Allah SWT selalu melindungi dan memberikan kekuatan maha dahsyat untuk mereka.” kata Edi dikutip translampung.com dalam pesan WhatsApp grup keluarga besar PWI Tubaba, pada (20/5/2021)

Menurut Ketua PWI Tubaba, kekejaman Israel dengan menghujani roket yang membabi buta tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu kepada warga sipil bahkan menghancurkan gedung-gedung media, telah membangkitkan amarah seluruh insan pers di Tubaba.

“Kita sadar bahwa kita berada di pelosok negeri, kita tahu ini masalah level dunia. Tetapi kita yakin jeritan dan doa kita bersama, untuk kebangkitan rakyat Palestina akan didengar Al-Qawwiyu (Yang Maha Kuat) Allah SWT. Dengan doa selamat, Allah akan  Palestina.” ungkapnya

Selain itu, Edi juga berharap ketegasan pemerintah Indonesia dan bersatunya insan pers di Indonesia yang direalisasikan dalam bentuk aksi penolakan terhadap produk-produk Israel di Indonesia.

“Peran wartawan saat ini sangat penting untuk terus menyuarakan kezaliman Israel melalui pemberitaan media. Kita dukung embargo terhadap barang dan jasa dari Israel, termasuk para pendukung agresi tentara Israel di Al-Aqsa, seperti Amerika Serikat. Kita suarakan bahwa Israel adalah penjajah biadab yang tidak berkemanusuaan.” Imbuhnya (D/R).