Lampung Barat – Kepala Puskesmas Sri Mulyo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar), Joko Susanto, S.Kep, Ners, membentuk duta anti anemia di tujuh Pekon, kecamatan setempat.

Anemia merupakan dimana sel darah merah tercukupi didalam darah, sehingga pembentukan duta anti anemia yang menyasar ke remaja putri dengan program Inovasi Probaganda Gizi Buruk.

Dijelaskan Joko Susanto, pembentukan hari ini dilasanakan di Pekon Ringin Sari yang sebelumnya dilaksanakan pembentukan Duta di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh.

Program yang dituju untuk remaja putri ini karena anemia pada remaja putri dapat menurunkan daya tahan tubuh, kebugaran, dan prestasi belajar. Selain itu, tidak hanya mempengaruhi kehidupannya dalam jangka pendek, namun berpengaruh pada jangka panjang yaitu kehamilan nantinya.

Remaja putri merupakan calon ibu yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat (PJT), prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), stunting dan gangguan neurokognitif

Menurutnya, anemia bukanlah penyakit tetapi suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) darah lebih rendah dari normal akibat kekurangan satu atau lebih nutrisi esensial, terutama zat besi yang penting untuk pembentukan hemoglobin.

Jadi, kekurangan zat besi merupakan masalah utama kesehatan global penyebab anemia lainnya, seperti kekurangan folat, kekurangan vitamin B12, kekurangan vitamin A, peradangan kronis, infeksi parasit, dan gangguan sintesis hemoglobin.

“Pengukuran konsentrasi Hb paling sering digunakan untuk anemia zat besi karena relatif mudah dan murah,” jelasnya yang juga ikut serta dalam pembentukan Duta Anti Anemia, tim Nusantara Sehat Dayana Sari dan Satgas Covid-19.

Beberapa faktor penyebab yang meningkatkan risiko rematri terkena anemia antara lain adalah, Kurangnya asupan makanan yang cukup mengandung zat besi seperti daging, ikan dan sayuran berwarna hijau.

Diet ketat karena ingin langsing, Sering melewatkan waktu makan, Masa menstruasi yang panjang dan tidak teratur, Aktivitas tinggi karena ikut berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler.

“Sehingga kita tidak hanya melakukan pembentukan duta anti anemia di tingkat pekon tetapi sekolah-sekolah juga hingga tinggakat kecamatan, dengan syarat remaja putri mayoritas masih duduk dibangku sekolah SLTP dan SLTA,” imbuhnya.

Sementara Peratin Pekon Ringin Sari, Nurkholis. S.Pd, menuturkan, pihaknya mendukung penuh pembentukan duta ini guna keberlangsungan kesehatan masyarakat utamanya remaja putri.

Langkah ini harus kontinu, karna dirinya yakin upaya yang ulet akan menghasilkan buah yang baik dan mengantisipasi adanya stanting dijangka panjang.

“Sesuai dengan salah satu Misi saya, menjadikan pekon sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (aris/safri)