TRANSLAMPUNG.COM


LAMPUNG UTARA – Proyek pengadaan barang covid – 19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara diduga jadi bancakan oleh oknum pejabat dinas kesehatan setempat.

Dugaan tersebut muncul saat awak media mengkonfirmasi Sekretaris Dinas Kesehatan Wardiyanto yang terkesan  tidak transfaran dan berusaha mengelak dan saling lempar tanggung jawab.


Saat dikonfirmasi diruang kerjanya,selasa (26/08/2020) Wardyanto  selaku Sekretaris Dinas Kesehatan mengelak dan tidak mengetahui mengenai adanya pengadan barang dan nilai pengadaan bilik desinfektan, Hensenitezer dan disinfektan, yang diperuntukan untuk rumah sakit dan puskesmas di Lampung Utara. 


” Memang betul ada pengadaan bilik steril itu, ada memang, jumlahnya saya kurang jelas, begitu juga untuk hensenitezer dan disinfektan anggarannya saya tidak tahu, coba tanya sama kabid SDK nya,  dan PPK nya langsung Kabidnya,”Kata Wardiyanto

 
Menurutnya, saya cuman mendengar gitu mau ada pengadaan bilik ini, bahkan orang puskes pakai truk ngambilnya, dan yang tau persis itu Plt Kabid SDK mengenai jumlah dan nilainya.
” Tidak, Saya tidak terlibat dalam pengadaan ini, jadi kalau nanti saya. yang ngasih informasi tambah salah, karena PPK nya beliau dan PPTKnya Kasinya,” elaknya


Saat ditanya sebagai Sekretaris Dinkes mengapa sampai tidak mengetahui jumlah pengadaan dan nilainya, dikatakan Wardiyanto, itukan ranah bidang. Namun demikan dikatakan wardiyanto, seharusnya dia kabid SDK itu harus laporan  ini saya malah tau dari staf nya saja bahwa sekian,  ya sudah.saya ga bertanya lagi kearah situ.


” Untuk anggaran pengadaan bilik disenfektan saya sama sekali tidak mengetahui nya. Dan bener benar tidak mengetahuinya,”Terang dia.


Pernyataan Wardiyanto menimbulkan pertanyaan ada apa,  Karena pernyaaan tersebut terkesan tidak adanya koordinasi antara atasan dan bawahan terkait pengadaan di Dinas Kesehatan.
Saat ditanya apakah tidak ada koordinasi terkait pengadaan barang ini, ditegaskan nya lagi, tidak ada, “Sebenarnya saya bisa aja bertanya, cuma nanti saya ga enak dikiranya apa gitu kan, mungkin pak kabidnya langsung ke bu kadis koordinasinya.


Ditambahkannya, Harusnya saya tau, dia kan (Kabid SDK) staf saya, mungkin dia langsung koordinasi sama bu kadis.
“Saya bener tidak mengetahuinya, makanya kalau saya ditanya gini, jawabnya ngambang, ga enak juga saya kan,”Kata Wardiyanto


Dikatakannya, sebetulnya dia (Kabid) harus ngomong sama saya, justru saya ini kalau nyari informasi ini ke staf nya saja, tau tau sudah, 
“Untuk pengadaan bilik seteril itu saya mengetahui nya, tapi untuk berapa jumlah dan anggaran nya saya tidak mengetahuinya,” ucapnya


Sementara untuk pengadaan hand sanitizer dan Disinfektan itu dengan pak Cipto kasubbag perencanan, saya tidak tahu berapa anggaran nya,”Tutur dia.


Terpisah saat dikonfirmasi cipto selaku kasubbag perencanaan dia mengatakan untuk pengadaan hand sanitizer dan disenfektan itu untuk sesuai kebutuhan.
” Pengadaan hand sanitizer dan disenfektan itu sudah diperuntukan sesuai peruntukannya bilamana ada yang meminta untuk penyemprotan baru kita realisasi dan retribusi kan,”Kata dia.


Menurutnya, untuk pengadaan disenfektan sebanyak 13.250 liter menghabiskan anggaran sebesar 260.908.000 dan hand sanitizer 1.750 liter menghabiskan sebesar anggaran 175.000.000.
” Dan saat ini pengadaan hand senitezer dan disenfektan sudah disalurkan, dan sisanya masih ada digudang, jadi kalau dari puskesmas atau rumah sakit membutuhkan itu, mereka tinggal mengajukan permintaan baru kita salurkan,” jelas cipto (Ek)