TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN -Program Padat Karya Penanaman  Mangrove (PK PM) yang dilakukan oleh kelompok tani di dua Desa yang ada di Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran diharapkan bisa menjadi Destiniwisata Mangrove berkelanjutan.

Hal ini di ungkapkan oleh Hipni Idris selaku kordinator Pendamping PK PM Tahun 2020 di Kecamatan Punduh pedada, kepada wartawan Translampung.com, Selasa,(29/12/2020) malam.

Menurut Hipni Idris bahwa program PKPM tahun 2020  yang di lakukan oleh dua kelompok Tani yani kelompok Tani Tunas Makmur dari desa Bawang dan kelompok Tani Tunas Mandiri dari Desa Bangun Rejo Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran, dengan luas lahan PK PM  keseluruhan mencapai 31,hektar dan saat ini sudah pinising.

“Untuk Kelompok Tani Tunas Mandiri Desa Bangun rejo program PKPM yang dilakukan yani dengan luas lahan 13 hektar. Sedangkan untuk kelompok Tani Tunas Makmur Desa Bawan dengan luas lahan 18 H.” ucap Hipni Idris. 

Dirinya juga menjelaskan bahwa dengan adanya program PK PM tahun 2020 ini di harpakan kepada Pemerintah Daerah terutama Pemeritah Pesawaran dan Provinsi Lampung untuk memperatikan trek keberadaan program ini karna kedepan ini PK PM akan di jadikan Destiniwisata Magrove berkelanjutan.

“Tentunya kita akan terus dorong pemerintah untuk mewujudkannya, dan kedepan ini kita akan lakukan Loncing Wista Mangrove, agar wisata di Kecamatan Punduh Pedada ini bisa maju dan bisa bermanfaat bagi masyarakat ,”ucapnya. 

Sementara itu selaku Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung Provinsi Lampung Idi Bantara mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi para petani mangrove yang ada di provinsi lampung terutama petani di kabupaten Pesawaran.

“Ya,ini sangat luar biasa benar petani mangrove lampung mensukseskan program pemerintah melalui kementrian LHK dengan penuh tanggungjawab dan antusias,”kata Idi Bantara saat di hubungi melalui WhatsAppnya.

Idi Bantara mengatakan bahwa dirinya percaya jika petani diprcaya dengan cara melaksanakan sendiri dari proses perencanaan, penanaman dan pemeliharaan tentunya akan lebih berhasil. Karena memang merekalah (Petani ) adalah pemain utamanya dalam kegiatan penanaman dan rehabilitasi.

“Petani adalah bintang penanaman, jika di orangkan mereka melebihi kepercayaan yang diberikan, merekalah peran utama penjaga alam kita.”ucapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa terkait adanya kemauan masyarakat petani yang akan menjadikan program PK PM kedepan akan di jadikan Destiniwisata magrove berkelanjuta dirinya menjelaskan bahwa kuncinya ada di kemandirian kelembagaan petani. 

“Satu prinsip untuk mewujudkanya itu  harus mau tekun, bahwa Pemerintah sudah hampir memperhatikan dengan sangat serius tanpa korupsi dan aneh -aneh tentunya dengan kepercayaan yang mahal ini semoga menjadi spirit bangun alam,  dan petani mampu percaya diri atas anugerah alam dan terus mau mengembangkannya ,”tegasnya.

Diketahui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jendral Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih-Way Sekampung melakukan penanaman mangrove di lima kabupaten yang ada di Provinsi Lampung salah satunya di Kabupaten Pesawaran 

Penanaman dilakukan dengan melibatkan Kelompok petani melalui Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PK PM) dengan tujuan dapat menstimulus perekonomian masyarakat sekitar ekosistem mangrove,sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Pelaksanaan PK PM ini dilaksanakan secara swakelola, dengan mekanisme pembayaran mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dengan melakukan  pembayaran dilakukan secara langsung ke rekening anggota kelompok, sesuai dengan prestasi pekerjaan, jumlah hari orang kerja atau Hok.
Sedangkan untuk pembayaran dilakukan secara simultan terhadap kegiatan penanaman, penyediaan bibit atau benih. Seluruh biaya belanja bahan dan bibit ditransfer ke rekening kelompok, sedangkan untuk upah langsung ditransfer ke anggota kelompok kerja.
Adapun biaya anggaran per-hektar sebesar Rp23.375.000, sehingga total biaya kegiatan tersebut mencapai 13.043.250.000. Penanaman pada kegiatan Padat Karya mangrove dilakukan dengan pola rumpun berjarak. Dan Polanya berdasarkan berbagai pertimbangan,(ydn).