Kota Gajah – Helat kesenian Pergelaran Tari dan Unjuk Karya Seni yang digelar SMA N 1 Kota Gajah (SMAN SAGA) di Aula Sekolah, di Kota Gajah, Sabtu (8/2) berjalan sukses. Kegiatan pentas seni yang mengusung tema: “Melestarikan Seni dan Budaya dalam Generasi Millenial” ini dihadiri Kasi Kesenian dan Film M. Hari Jayaningrat, S.Sos, MM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mewakili Kadisdikbud,Kepala Sekolah, guru, siswa dan undangan lainnya.

M . Hari Jayaningrat dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan yang digelar SMA N 1 Kota Gajah patut diapresasi. Di Lampung baru SMA N 1 Kota Gajah yang melakukan ujian untuk mata pelajaran seni budaya melalui unjuk karya yang dikemas dalam pergelaran yang terbuka dan bisa disaksikan siswa Kelas 10. Kelas 11 juga guru dan tamu undangan lainnya sebagai apresian. “Kegiatan ini sudah digelar rutin setiap tahunnya. Ini merupakan kegiatan positf yang bisa dicontoh sekolah lainnya,” ujar Hari.

Di samping itu, lanjut Hari, kiprah SMA N 1 Kota Gajah dalam bidang seni patut diacungi jempol, antara lain, sekolah ini pernah tampil di event Indonesia Menari, Duta Seni Pelajar Nusantara dan menjadi juara pada Festival Topeng di Korea.”Ini sebuah presatsi yang membanggakan, bisa menjadi contoh sekolah lainnya,” lanjut Hari.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri Kota Gajah Drs.Hi Dasiyo Priambodo, M.Pd mengatakan, kegiatan pergelaran tari dan unjuk karya tahun ini sudah berlangsung yang keempat di sekolah ini dan sangat bermanfaat bagi siswa. Ajang ini merupakan salah satu media apresiasi dalam upaya memelihara dan melestarikan kesenian.

Dasiyo Priambodo, menamambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan ketrampilan siswa dalam bidang kesenian . Melalui kegiatan ini para siswa bisa menggali nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam kesenian yang dipelajarinya. “Diharapkan apresiasi dan kreativitas siswa makin meningkat sehingga gilirannya nanti melahirkan siswa yang kreatif makin mencintai seni budaya. Saya bangga dengan prestasi yang belum lama ditorehkan siswa, juara drum band, kriya, solo song, tari juga dalam bidang lain; basket, debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” beber Dasiyo.

Ke depan, Dasiyo, berharap kegiatan ini akan lebih meriah, pergelarannya, tak hanya tari, seni rupa dan musik tradisi tetapi tangkai seni lainnya. “Kita satukan langkah dan irama agar ke depan kegiatan ini makin meriah dan bermanfaat,” pungkas Dasiyo berharap.

Di tempat terpisah, Penanggungjawab kegiatan Erna Budiwati, S.Pd, pergelaran yang bermaterrikan;
seni tari, senirupa dan seni musik tradisional Lampung ini sejalan dengan mata pelajaran Seni Budaya yang ada di sekolah ini. “Pergelaran dan unjuk karya seni para siswa ini sekaligus ujian praktek dan membekali siswa ketrampilan bidang seni yang dibutuhkan para siswa di era millennial, ” terang Erna.

Pergelaran ini juga merupakan ajang para siswa untuk menunjukkan kemampuannya dan juga arena untuk menyajikan karya tari sebelum tampil ke ajang yang lebih luas dan kompetitif. “Saya berharap ke depan kesenian di sekolah ini menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan. Ujian praktek yang kami kemas dalam bentuk pergelaran ini agar para siswa juga mempunyai bekal dalam manajemen panggung, sehingga mereka tak hanya bisa berkarya tetapi juga menyajikannya dengan indah,” jelas Erna.

Ketua Pelaksana kegiatan,dari Sanggar Mulie Mengkhanai, Bulan Riestamara Putri, S.Sn, mengatakan, pergelaran tari dan unjuk karya seni rupa, musik tradisi Lampung ini berlangsung lancar dan sukses. “Ini berkat kerja sama berbagai pihak, tanpa adanya dukungan dan jalinan kerjasama tak mungkin kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ujar seniman lulusan ISI Yogyakarta.

Gebyar Pergelaran Nan Rancak

Sejak pagi hari Gedung Aula SMA Negeri Kota Gajah yang berada di lingkungan sekolah sudah dipadati ratusan siswa peserta pergelaran dan unjuk karya juga para apresian. Panggung seluas lima puluh meteran didekor dengan bilah-bilah bambo yang digantungi lukisan karya para siswa. Tulisan SMAN SAGA dalam huruf kapital berwarna emas menghiasi gigir panggung.Kelap-kelip lampu warna-warni di panggung menambah indah. Meski sederhana dengan sentuhan kreativitas menjadi pesona.

Pergelaran yang dilaksanakan para siswa ini melibatkan 123 siswa kelas 12, dibuka dengan semangat rampak tarian Indonesia Menari 2019 yang pernah dipentaskan di kota Solo. Kemudian disusul repertoar

musik bertajuk : “Rampak Mulie Mekhanai”, sebuah sajian music perpaduan music tradisi yang dibawakan muli mekhanai alias gadis bujang Lampung. .

meluncur sajian lainnya, berupa musik dan tarian.

Empat belas tarian yang disajikan para siswa yaitu; Selang Gilir (Melayu), Sihutur Sanggul (Batak) , Kepik Kenui (Lampung ), Jaipong Rapak Tidas (Jawa Barat), Ayeg ayeg (Jateng), Mulie Batin (Lampung) Genderang Paya Punduk (Lampung ), Cepalo (Lampung ), Ngepehanggem (Lampung), Boy in luv (Korea) , Mick Drop (Korea), Tanggoh (Lampung ) dan Black Velvet (Modern Dance) Pergelaran siang itu ditutup dengan tari Padma Asri dari Bali yang benar-benar indah dan rancak.[Pimred]