Lampung Barat – Wabah Covid 19 dengan segala pemberitaan dan kontroversinya hadir dalam tampilan layaknya resurgensi atau lonjakan peningkatan penyakit baru yang memunculkan wabah patogen yang mematikan, membuat semakin waspada terhadap setiap gerak langkah ketika berada di tempat umum.

Maka dengan segala pertimbangan beberapa kepala daerah mengambil kebijakan supaya anak belajar dirumah dengan program daring (dalam jaringan). Diharapkan upaya memutus perkembangan yang berdampak luas maka keputusan 14 hari anak dibatasi aktivitasnya adalah alternatif baik yang diharapkan bisa menyelamatkan banyak orang.

Dikatakan Dandim 0422/LB Letkol Czi Benni Setiawan, ST., mengungkapkan, dibalik itu semua, melonjak atau turunnya jumlah ODP dan PDP Covid 19 baik di daerah atau garis Nasional merupakan tugas dari Wartawan menyampaikan Informasi sebenar-benarnya.

Sejauh mana perkembangan Covid 19, “disitu kita tidak akan cepat mengetahui informasi tampa adanya Wartawan,”ucapnya.
Sehingga Wartawan termasuk paling rentan terkena Covid 19, karena berinteraksi langsung dengan masyarakat ramai.

Pihaknya mengharapkan, wartawan dapat melindungi diri dari wabah yang tengah melanda dengan mengurangi aktivitas atau kerumunan orang. Agar tidak terjangkit dari virus yang mematikan tersebut, “utamakan melindungi diri dahulu, sedikit kurangi aktivitas, ingat keluarga menunggu kerumah,” ucapnya.

Jika mulai merasakan badan tidak enak langsung periksakan ke Puskesam terdekat,
Gejala Covid 19, sendiri sangat sederhana awalnya akan batuk, panas makin tinggi, nyeri badan dan diare. Cara mencegahnya jalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan Desein Pektan (pakai pembersihan lingkungan Antiseptik, sabun cair untuk mencuci tangan) dan pengecekan suhu tubuh dengan batas maksimal 38 celcius.

“Jika ada gejala tersebut ke segera periksakan agar dapat ditindak lanjuti apa yang menjadi keluhan, “saya berharap mudah-mudahan wartawan dijauhkan dari virus ini tetapi harus diawalani dengan kenginginan salah satunya mengikuti anjuran Pemerintah,” tutup dia. (Sf)