UMUMKAN KEPUTUSAN: Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengumumkan keputusan siaga darurat COVID-19 di hadapan insan jurnalis, Selasa (18/3) siang.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. dan Wabup Hi. AM. Syafi’i, S.Ag. beserta seluruh leading sector pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) merespon instruksi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Pemerintah Kabupaten Tanggamus resmi mengalihkan rutinitas perkantoran dan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke lingkungan rumah.

Hal itu disampaikan Bupati Tanggamus Dewi Handajani melalui konferensi pers, Selasa (18/3) siang di teras kantor bupati setempat. Pengalihan rutinitas perkantoran para Aparatur Sipil Negara dan para pelajar itu, berlaku efektif sejak 18 Maret hingga 31 Maret 2020.

Pengalihan KBM dari sekolah ke rumah dan rutinitas ASN dari kantor ke rumah tersebut, berdasarkan Surat Pernyataan Bupati Tanggamus Nomor: 441/2591/40/2020 tentang Tanggap Darurat Non Alam, sesuai Kepres Nomor 7. Lalu Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.153/40/08/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Surat Edaran Bupati Tanggamus Nomor: 441/2593/15/2020 tanggal 17 Maret, perihal Antisipasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi COVID-19.

Tak hanya berdampak pada proses KBM pelajar dan rutinitas ASN, siaga COVID-19 ini juga berpengaruh pada mundurnya jadwal pelaksanaan rangkaian kegiatan hari ulang tahun ke-23 Kabupaten Tanggamus. Sebab pemkab harus mengambil langkah untuk meniadakan kegiatan-kegiatan seremonial yang berpotensi pada berkumpulnya masyarakat dalam jumlah masif. Sejatinya rangkaian dan puncak kegiatan peringatan HUT Tanggamus dilaksanakan 20 Maret. Namun akibat situasi siaga COVID-19, peringatan itu ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Bupati Dewi Handajani dalam konferensi pers mengatakan, Pemkab Tanggamus melakukan upaya antisipasi dini terkait penyebaran COVID-19. Pertama, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ke dua, pemda dan masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan bersifat pengumpulan massa. Ke tiga, peserta didik melaksanakan proses belajar di rumah dengan dibekali modul yang berisikan tugas berupa penyelesaian soal-soal, resume, dan pelatihan. Dan ke empat, bagi jajaran ASN pemda melakukan tugas di rumah atau work from home yang telah ditetapkan dan tetap berada di wilayah Kabupaten Tanggamus.

“Kendati ASN work from home, namun tidak ada istilah penurunan kinerja. Para ASN tetap dipantau, tetap berada di wilayah Tanggamus. Sangat tegas tidak diperbolehkan pergi keluar kota atau melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan peningkatan kinerja,” tegas bupati didampingi Wabup Syafi’i, Kapolres AKBP Hesmu Baroto, Kajari David P. Duarsa, Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis, para Asisten, dan Kepala OPD Gugus Tugas COVID-19.

Kemudian saat disinggung apakah nantinya ada ASN yang kinerjanya menurun dan bepergian ke luar kota, bupati bakal memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Tentu akan ada catatan-catatan. Jika terbukti maka tentu akan disanksi. Jadi jangan santai kendati bekerja di rumah,” tegas Dewi lagi.

Untuk OPD yang bersentuhan dengan pelayanan kepada masyarakat akan tetap buka seperti biasa. Di mana petugas yang bertugas menggunakan sistem piket.

“Untuk Disdukcapil, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Disnaker, dan Dinas Kesehatan, tetap melayani masyarakat. Untuk OPD lain kegiatan rapat atau penyampaian laporan bisa menggunakan bantuan teknologi informasi seperti email, video call, atau WhatsApp,” ujar bupati.

Kemudian terkait dengan kegiatan yang melibatkan orang ramai dalam rangka HUT ke-23 Tanggamus, Bupati Tanggamus memutuskan untuk menunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

“Jadi kegiatan upacara dalam rangka HUT ke-23 Tanggamus, Tanggamus Expo 2020 dan hiburan rakyat, terpaksa ditunda dulu. Ini bukan berarti tidak bersyukur atas bertambahnya usia Tanggamus. Tapi lebih kepada kepedulian dan rasa sayang kami terhadap masyarakat, karena tempat keramaian menjadi salah satu media penularan tercepat. Maka dari itu untuk memutus mata rantai penyebaran, maka kami tunda dulu kegiatan sampai waktu yang belum ditentukan,” jelas Dewi Handajani.

Sampai Selasa (18/3), Bupati Tanggamus menegaskan masih nihil kasus Corona di Tanggamus. Namun dia menyatakan, pemkab telah menyiapkan fasilitas kesehatan berikut tenaga medisnya. Meskipun Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang bukanlah rumah sakit rujukan, tetapi Dewi meyakinkan, masyarakat yang mengalami gejala-gejala awal seperti COVID-19, maka bisa segera datang ke RSUD Batin Mangunang untuk mendapatkan penanganan dini.

“RSUD Batin Mangunang memang tidak menjadi rumah sakit rujukan. Tetapi kami tetap siap memberikan penanganan dini. Di RSUD Batin Mangunang, sudah disiapkan ruang isolasi sebagai tempat penanganan pertama, sebelum nantinya dirujuk ke rumah sakit rujukan,” kata bupati.

Dewi Handajani juga menegaskan, Pemkab Tanggamus bakal menggratiskan sepenuhnya biaya perawatan di rumah sakit, apabila nantinya ada masyarakat Tanggamus yang positif Corona.

Direktur Utama RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati Sp.PAFSR pada kesempatan itu menambahkan, RSUD Batin Mangunang juga bakal membatasi jumlah kunjungan (locked down).

“Mulai besok (Rabu, 18 Maret) kami sosialisasikan bahwa satu pasien hanya boleh dijaga oleh satu orang. Kami juga sementara ini meniadakan waktu kunjungan/jenguk. Ini sebagai langkah antisipasi,” tandas Diyan. (ayp)