TRANSLAMPUNG.COM,PESIBAR
-Peratin pekon sukarame, kecamatan pesisir selatan, kabupaten pesisir barat (Pesibar) dilaporkan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana desa (DD) tahun 2019. Selasa, (22/9).

Menurut, masyarakat pelapor, Niswan mengatan, bahwa pihaknya beserta tokoh masyarakat, adat, agama dan lain-lainnya melaporkan peratin ke KPK, Kemendes, Kejati, ombusman dan Kapolri, Kejari, Kapolres, Komisi PDIP dan lain-lain.

” Laporan tersebut, kita buat karna tidak ada keteransparanan kepada masyarakat pada tahun 2019. Dan hal tersebut sudah kita curigai mulai dari tahun 2018 namun baru ada bukti berupa RAB pada tahun 2019 yang berupa pembangunan dan pembelanjaan yang tidak wajar, “Ungkapnya, di kediamannya.

Masih menurut dia juga, pembangunan gorong-gorong pemangku tiga pekon tersebut tidak membeli matreal batu dan mengunakan batu di lokasi dan hal itu sudah tidak benar karna sudah diangarkan di RAB. Selain itu juga pembukaan badan jalan yang asal jadi, gimana tidak setelah di bangun tidak bisa dilalui dan bahkan sudah banyak memakan korban terutama tukang ojek.

” Paling parah penimbunan jalan pemangku tiga menghabiskan dana sebesar, Rp. 415 juta sedangkan ukuran yang di timbun 30-Cm dengan panjang sekitar 200m dan hal itu sangat jangal menurut kami. Terlebih lagi tidak ada ketransparanan kepada masyarakat, “Jelasnya.

Harapan kami kepada aparat penegak hukum agar kiranya bisa memeriksa peratin yang bersangkutan dan mengembalikan kerugian negara dan dapat di kembalikan kurang lebih 800 juta dari dua item yang kita pantau.

“Semoga aparat bisa segera menindak lanjuti, laporan masyarakat dan dapat memberi sangsi kepada peratin pekon sukarame, Rahmad Azis yang bersangkutan. Dan hal ini sudah di ketahui oleh inspektorat Pesibar, “Harapnya.

Sementara di tempat terpisah, pratin pekon sukarame, Rahmad Aziz mengatakan, bahwa semua yang disangkakan masyarakat kepada dirinya itu tidak benar. Dan hal tersebut merupakan kecemburuan sosial lawan politik.

“Jika tidak percaya saya bisa mengumpulkan semua apratur pekon terkait, dan bisa langsung tanya kepada mereka. Dan saya sudah di pangil inspektorat juga sudah menghadap bupati, “Kilahnya.

Dan yang paling lucu dirinya menghampiri awak media setelah selesai Comfirmasi dan bergegas meningalkan kediamannya dan seraya berbisik-bisik. “Atur-atur aja broe. Gimana bagusnya, soal pro dan kontra itu memang ada, “Pungkasnya. (r7)