PANARAGAN (translampung.com)– Dari sejumlah 90 Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi yang ada di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, belum pernah ada laporan resmi peralihan Kepemilikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DPMPTSP Tubaba, didampingi Syamsudin, Kepala Bidang Perizinan, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, Rabu (07/4/2021) pukul 12.30 Wib.

Menurutnya, Base Transceiver Station atau disingkat BTS yang merupakan suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator di Kabupaten Tubaba terdapat sekitar 90 BTS, baik yang berasal dari Hibah dan yang mendaftar di PTSP Tubaba.

“Secara rinci, saya belum tahu karena datanya harus diminta dan kapasitasnya secara kedinasan dengan menggunakan surat resmi, tetapi nanti kita coba cek. Yang jelas, kewenangan dari PTSP adalah batasan mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang berdasarkan rekomendasi oleh Tim Teknis.” Terangnya.

Lanjut dia, berdasar laporan yang ada, belum pernah ada data BTS yang ada di PTSP Tubaba ini yang beralih Kepemilikan. Dan hingga saat ini pun belum ada koordinasi dari Dinas Kominfo.

“Jika ada peralihan, seharusnya mereka para pelaku usaha atau Perusahaan tersebut membuat laporan ke kita, yang menerangkan bahwa ada peralihan Kepemilikan BTS. Selanjutnya, dilakukan perubahan nama di Notaris untuk kemudian kita Input ulang dan tidak akan dikenakan Biaya, sepanjang tidak ada penambahan struktur bangunan.” Ungkapnya

Oleh karena itu, DPMPTSP Tubaba sangat mengharapkan bagi semua pemilik BTS dapat membuat laporan jika ada peralihan Kepemilikan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

“Kita akan mencoba berkoordinasi dengan Pimpinan untuk dapat melakukan kroscek Kepemilikan BTS yang ada di Tubaba. Dan kita tekankan jika ada peralihan BTS dapat segera membuat laporan.” Imbuhnya. (D/R)