TRANSLAMPUNG.COM (MESUJI) – Peristiwa perampokan menimpa Anggi(18) warga Moro Seneng, Register 45 Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, seorang pengemudi Mobil truk bermuatan Ayam potong dengan nomor polisi BE 8697 LV berwarna kuning, yang tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal dengan menggunakan senjata Api sekitar pukul 23:00 Wib di Jalan Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji Lampung, Sabtu (26/12/2020).

Menurut informasi yang di himpun media ini, dari seorang agen ayam langganan korban menuturkan, pengemudi mobil truk tersebut merupakan anak buah juragan ayam potong bernama Ali warga Kecamatan Simpang Pematang yang hendak mengantarkan ayam ke Agen-agen atau langgananya. Seperti di Desa Gedung Ram, Muara Tenang (Sp6b) dan di Desa Margo Jadi.

Namun ketika melintas di jalan arah Desa Margo Jadi sekitar areal pemakaman umum, mobil truk itu dihadang oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna putih tanpa plat nomor yang langsung menodongkan Senjata Api, bahkan menembak sang pengemudi.

“Mobil dihadang pelaku, setelah mobilnya tersebut berhenti lalu sang supir bernama Anggi itu disuruh turun oleh pelaku. Pelaku langsung menembaknya di bagian paha deket selangkangannya. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Margo Jadi namun pihak Puskesmas tersebut tidak sanggup lalu di rujuk ke Rumah Sakit Puri Husada Simpang Pematang, karena kondisinya yang sudah kritis karena kehabisan darah, meski sempat mendapat penanganan medis, akhirnya sang supir menghembus kan napas terakhirnya,”tuturnya.

Sementara seorang saksi mata Hebi yang taklain adalah kernet korban mengatakan, “ya betul kejadian itu, Begini awal mulanya ketika mobil kami biasa mengantarkan ayam kelangganan, kami tadi telah mengantarkan kelangganan di Sp 7 arah perkantoran Pemda Mesuji serta Gedung Ram, setelah dari sana kami lanjut ke-Desa Muara Tenang(Sp 6b), ketika itu ada seorang pengendara roda dua(R2) Vixon berwarna Putih datang untuk meminta uang. Nah, Bapak langganan kami memberikan uang Rp.50.000 ke orang tersebut diduga mengenal pelaku karena Bapak itu sempat mengatakan kepada pengendara R2 tersebut dengan perkataan “jangan ganggu” seraya (menirukan bahasa agen di Muara Tenang),” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah menurunkan ayam di rumah agen Muara Tenang, mereka melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan ayam ketempat langganan terakhir di Desa Margo Jadi, keduanya pun tidak menaruh curiga kepada pengendara motor Vixon berwarna putih yang sempat menghampiri mereka saat menurunkan ayam di rumah agen desa muara tenang tadi.

“Rupanya, sambil membawa seekor ayam jago kampung, orang yang meminta uang kepada langganan kami di muara tenang tadi terus membuntuti mobil kami, terlihat ketika sudah jauh. Pada saat sampai di sekitar areal Pemakaman umum Desa Margo Jadi kami di berhentikan lalu supir saya disuruh turun dan langsung di tembak oleh pelaku pahanya. Setelah itu pelaku langsung mengambil tas berisikan uang hasil pembayaran ayam yang kami peroleh dari para agen langganan kami tadi padahal uang tersebut akan disetorkan ke bos kami yang nominalnya kurang lebih sekitar Rp.60.000.000(enam puluh juta rupiah),” tutur Edi.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarga dan akan di makamkan hari ini Minggu, (27/12) di Pemakaman wilayah permukiman Moro-moro, Kecamatan Mesuji Timur. Sementara mobil korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian dari Polsek Mesuji Timur.