Pengantar: teman akrab saya yang sedang pemulihan dari penyakit Covid-19, antusias sekali saat membaca tulisan tentang dirinya yang berjudul Hampir 2 Bulan kena Covid-19, Bertekad Perbanyak Layani Umat dan Kurangi Aktivitas Duniawi. Dengan semangat pengusaha sukses yang sangat rendah hati itu malam ini menuliskan tanggapannya. Berikut catatannya dengan gaya bertutur yang ditulis di rumah sakit tempatnya dirawat.

Makasih Pak Aqua karena bapak sudah berkenan menuliskan pengalaman dan kesaksian saya kepada bapak. Saya ikhlas menjalani semua ini.

Semoga tulisan bapak tentang pengalaman yang saya alami sendiri sekitar 2 bulan terakhir menjadi berkat dan memberikan manfaat bagi semua orang yang membacanya. Aamiin…

Benar sekali semua yang Pak Aqua tulis. Kita memang harus berusaha secara maksimal untuk hidup seimbang antara Jasmani dan rohani.

Juga harus bisa menjaga kesehatan. Itu adalah harta termahal yang TUHAN berikan kepada kita.

Konsisten Hidup Seimbang Agar Sehat

Sekitar 2 bulan harus istirahat total termasuk 1,5 bulan di antaranya di rumah sakit, saya bisa merasakan semua itu. Kesehatan nomor satu dan segala-galanya.

Belajar dari pengalaman yang saya alami sendiri, mari kita bersama-sama berusaha secara optimal agar selalu sehat baik lahir maupun batin. Untuk itu agar konsisten hidup seimbang.

Terima kasih juga karena Pak Aqua telah mengupayakan dengan sungguh-sungguh pesan suara dari Panglima (Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara-pen) khusus buat saya. Pesan suara itu mengobati kerinduan saya pada Panglima dan menyemangati saya untuk segera sembuh.

Keinginan mendapatkan pesan suara dari Panglima berawal saat saya mulai sadar, istri saya mengabarkan bahwa dapat salam dari Pak Aqua yang selalu mendoakan kesembuhan papi/saya. Dan dititipkan salam dari Panglima kepada bapak dan Istri.

Saat itu saya bilang sama istri bahwa saya kangen sekali dengan Panglima. Selama ini saya amat dekat dengan beliau, sudah seperti kakak saya sendiri.

Saat pertama sadar spontan saya teringat beliau. Ada perasaan kangen pada Panglima.

Bapak dan Panglima Sudah Seperti Kakak Kandung

Ketika Panglima mengirimkan pesan suara, saat mendengarnya saya baru saja sadar. Saya jadi semangat dan ada rasa bahagia yang tiada terlukiskan.

Waktu mendengarkan pesan suara itu saya langsung meneteskan air mata bahagia. Panglima orang besar yang amat sibuk dengan jadwalnya yang padat sekali. Namun di tengah kesibukannya beliau berkenan dan menyempatkan waktu buat saya yang sedang terbaring di ruang ICU.

Terima kasih Pak Aqua.

Terima kasih Panglima.

Bapak dan Panglima sudah seperti kakak kandung bagi saya pribadi.πŸ™πŸ™πŸ™

Kalau Pak Aqua ke Bali jika memerlukan kendaraan dan sopir atau yang lainnya tolong beritahu saya. Dengan senang hati saya siap membantu bapak.

Saya doakan kiranya berkat kesehatan dan keselamatan senantiasa menyertai dan tiada berkesudahan buat Pak Aqua sekeluarga. Aamiin…πŸ™πŸ™πŸ™

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat memotivasi semua orang yang sedang sakit agar segera sembuh. Salam hormat buat keluarga. 22.15 01112020πŸ˜ƒ<<