METRO – Pemerintah Kota Metro mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan Program Kartu Petani Berjaya (PKPB). Ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

“Kami pemkot sangat mendukung program ini. Dengan program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Kota Metro,” terang Walikota Metro Achmad Pairin usai mendengarkan sosialisasi Program Kartu Petani Berjaya di Operation Room Pemkot setempat, Jumat (13/3/2020).

Diakuinya, untuk saat ini angka kemiskinan Kota Metro mencapai 8,68 namun tahun ini ditargetkan angka kemiskinan menjadi 7,62. Karenanya melalui PKPB diharapkan target penurunan angka kemiskinan dapat tercapai.

“Angka kemiskinan ini kan terdiri dari beberapa sektor salah satunya dari sektor pertanian. Dengan program ini juga dapat menyumbang menurunnya angka kemiskinan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Porgram Kartu Petani Berjaya Provinsi Lampung M. Yusuf Barusman menjelaskan Program Kartu Petani Berjaya tersebut merupakan program untuk mengakomodir semua kepentingan terkait pertanian secara luas. Tidak hanya tanaman pangan namun juga perkebunan, hoktikuktura, peternakan dan perikanan.

“Program ini diwujudkan mengingat jumlah petani di Lampung yang cukup besar. Jika ada asumsi kemiskinan di Lampung, maka sangat mungkin kemiskinan ini dari sektor petani. Maka yang menjadi perhatian adalah petani,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, program ini diwujudkan untuk meningkatkan keuntungan para petani. Langkah ini dilakukan melalui produktivitas
yang tinggi dengan efisiensi biaya yang dikeluarkan.

“Karenanya diperlukan peran serta semua stake holder ini seperti ketersediaan pupuk, air maupun benih. Sehingga petani merasa tenang untuk dapat mencapai produktivitas yang diinginkan,” paparnya.

Sementara itu, terkait pemasaran nantinya semua pihak seperti pembeli besar, agen maupun pengumpul juga akan diakomodir menjadi anggota PKPB. Sehingga nanti petani pada saat menjual dapat banyak pilihan.

“Nah disinilah nanti harga dapat terbentuk. Jika mereka ingin menjual bisa dengan harga yang tinggi, sebaliknya kalau mereka ingin membeli dapat membeli dengan harga rendah. Sehingga kesejahteraan petani dapat ditingkatkan,” tutupnya. (ria)