TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, tekankan kepada Kepala Tiyuh (Kati) dan Kecamatan, untuk melakukan pemantauan dan pendataan setiap harinya, serta memberikan laporan bagi warganya yang baru pulang dari daerah lain.

Dikatakan Mansyur, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, saat dikonfirmasi translampung.com diruangan kerjanya, pada Senin (30/03/2020) pukul 11.00 Wib. Bahwa hal tersebut berdasarkan surat Gubernur Lampung Nomor : 440/1141/01/2020 tanggal 27 Maret 2020, perihal antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

“Sebagai antisipasi Covid 19, yang mana kemungkinan banyaknya warga yang mudik atau pulang kampung, baik pelajar maupun pekerja dari luar daerah dan luar negeri, maka diperintahkan kepada Camat dan Kepala Tiyuh (Desa) se-Kabupaten Tubaba, untuk melakukan pemantauan dan pendataan secara akurat (by name by address) terhadap seluruh warganya yang pulang kampung di Tiyuh masing-masing, kemudian melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warganya, tidak mengadakan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa, serta menyampaikan laporan ke tingkat atas dan mengambil langkah-langkah terkoordinasi jika ditemukan ada indikasi warga yang terpapar Corona,” ungkapnya.

Untuk Laporan by name by address, jelasnya, itu menunjukan biodata lengkapnya yang setiap hari harus disampaikan kepada Kepala Bagian Tata Pemerintahan Tubaba, dan sudah kita berikan Form nya untuk selalu diisi setiap hari jika ada.

“Untuk itu, semua Tiyuh wajib mendata warganya dan langsung melaporkan ke Puskesmas setempat. Jika ada Tiyuh yang membangkang, akan kita berikan surat teguran atau peringatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tubaba Rudi Riansyah, mendukung kebijakan tersebut, dan juga turut memantau para pekerja dari luar daerah terutama dari luar negeri, jika ingin kembali ke Tubaba.

“Semenjak merebaknya Corona, belum ada Tenaga Kerja kita yang dari luar negeri kembali ke Tubaba. Jika mereka ingin kembali, maka akan kita koordinasi dan langsung kita karantina bersama Dinas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah setempat terlebih dahulu,” imbuhnya. (D/R)