TRANSLAMPUNG.COM,PESIBAR
-Bupati pesisir barat (Pesibar) Agus Istiqlal secara tegas akan melakukan isolasi wilayah untuk melakukan pencegahan atau karantina, di kab.pesibar, dengan konsekwensi akan membentuk posko di lima wilayah perbatasan, demi mencegah masuknya virus corona desease 2019 (Covid-19). Senin (30/3)

Terhadap masyarakat bupati menegaskan agar jangan berkeliaran jika tidak ada perlu, sebab dia telah memerintahkan untuk di tindak tegas oleh Pol-PP mulai hari ini.

“Kabupaten Pesibar akan melakukan pencegahan yang ketat. Untuk itu, pemerintah sudah menganggarkan biaya sebesar 10 milyar yang akan digunakan untuk isolasi wilayah demi kepentingan masyarakat agar tidak kena Covid-19 ini,” ujar Istiqlal dalam konfrensi persnya.

Untuk anak sekolah, lanjutnya, kemungkinan belajar dirumah akan di perpanjang tergantung situasi dan perkembangan Covid-19 di tiga posko yg akan digunakan diantaranya diperbatas lampung barat, perbatasan bengkulu, tanggamus dan dua posko di pusat.

“Sementara bandara akan ditutup hingga waktu yang tidak bisa ditentukan, mari kita dukung semua kebijakan pusat, dan seluruh masyarakat Pesibar supaya mematuhi tahapan diantaranya tetap tinggal di rumah, demi memutus penyebaran pandemi Covid-19,” tandas bupati

Dalam kesempatan yang sama, Sekda N.Lingga Kusuma menambahkan, yang paling penting adalah kesadaran diri sendiri terhadap bahaya virus ini.

“Penting mengisolasi diri sendiri karna tanpa kesadaran sendiri walaupun tenaga medisnya sebagus apapun tetap tidak akan efektip, “ucap Sekda.

Sementar kepala Dinkes, Tedi Zadmiko menjelaskan, seluruh pintu masuk ke kabupaten Pesibar akan dijaga oleh Petugas gabungan dari Dinkes, BPBD, Satpol-PP, Dishub, Personil TNI dan Polri yang akan melakukan pemeriksaan pada semua jenis kendaraan yang melintas di semua jalur perbatasan. Dalam sehari akan ada 33 petugas yang berjaga pada satu titik perbatasan.

“Kita akan siaga selama 24 jam di perbatasan itu dengan petugas yang ada, meski dengan segala keterbatasan, kita harus siap dengan segala resiko, dan memanfaatkan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang tersedia,” jelas Tedi.

Pihaknya berharap masyarakat Pesibar bisa patuh dengan intsruksi pemerintah, terutama yang berasal dari luar daerah agar bisa melakukan isolasi secara mandiri, dan menghubungi petugas kesehatan.

Turut mendampingi Plt.asisten bidang kesejahteraan rakyat, kepala BPBD, Kabag ekonomi, Kabag Protokol dan Komunikasi pimpinan.