TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, telah menganggarkan dana sebesar 800 juta untuk pembangunan Rumah Adat Pangeran Cahya Marga melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lamsel.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pemukiman dan Ruang Tata Hijau, Ferro Parendo mewakili kepala Disperkim, saat dihubungi Senin (31/8/2020).

Dijelaskankan Ferro, nilai pagu pembangunan sebesar 800 juta bersumber dari APBD Lamsel tahun 2020 yang sudah melalui tahapan tender.Sekarang tinggal tahapan pelaksanaan pengerjaan proyek.

“Nilai kontrak 800 juta dan sudah ditenderkan untuk pembangunan rumah adat tersebut,” jelas Ferro.

Sehingga, ditambahkan dia untuk pembangunan rumah adat secepatnya dibangun. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemda Lamsel terhadap kelestarian budaya yang ada.

“Makanya pada hari Minggu (30/8/2020) kemarin seluruh masyarakat bergotong royong untuk membongkar bangunan rumah adat tersebut agar segera dibangun kembali oleh pihak rekanan,” punkasnya.

Sebelumnya di Beritan TRANSLAMPUNG.COM -Kondisi rumah adat yang kini ditempati oleh Pangeran Cahya Marga kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana rumah tersebut, berlokasi di Desa Taman baru, Kecamatan Penengahan Lampung selatan bangunannya sudah banyak yang rusak dan lapuk dimakan usia.

Padahal, Rumah Adat Lampung tersebut sebagai ciri khas masyarakat lampung khususnya lampung selatan. Melihat kondisi tersebut, seluruh masyarakat mulai dari Kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh dan pemuda bahu membahu melakukan gotongroyong melakukan pembongkaran rumah adat dibantu Koptu Riwadi anggota koramil 421-03/Penengahan.

Kades Taman baru, Ashari menjelaskan, bangunan rumah adat ini memang sudah waktunya untuk dilakukan renovasi.

“Sebelum melakukan pembongkaran, kita lakukan musyawarah desa dengan segenap pamong desa. Para tokoh dan masyarakat memutuskan agar rumah adat ini kita bongkar bersama – sama,” kata dia, Minggu (30/8/2020).

Tujuan, ditambahkan dia setelah terbongkar, akan kita bangun kembali melalui swadaya masyarakat.

“Sehingga rumah adat ini tetap lestari,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Koptu Riwadi yang ikut kegiatan gotong – royong rumah adat tersebut mengatakan ini melibatkan semua lapisan masyarakat.

“Karena yang kita bongkar ini, merupakan rumah adat milik masyarakat Desa Taman baru. Selanjutnya akan kita bangun bersama sama kembali. Harapanya, rumah adat ini tetap lestari sebagai kebanggaan adat lamsel,” pungkasnya.(Johan)