TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR
-Pembukaan badan jalan di pemangku IV Sangun Jadi, pekon (desa) padang raya, kecamatan krui selatan, kabupaten pesisir barat (Pesibar) yang mengunakan dana desa (DD) tahun 2020 diduga tidak melibatkan masyarakat setempat melainkan rekanan. Rabu, (21/10).

Menurut masyarakat setempat inisial, RA mengatakan, bahwa masyarakat setempat tidak dilibatkan oleh peratin meskipun lokasi pekerjaan berada berdekatan dengan kediaman masyarat setempat.

” Terlebih lagikan pada waktu pembukaan badan jalan tersebut, bertepatan waktu maraknya Covid-19. Dan tentu masyarakat pekon padang raya umumnya, yang bertani sangat membutuhkan pekerjaan untuk tambahan penghasilan di tahun Pandemi ini, “Ungkapnya, kepada translampung.com, di lokasi pekerjaan.

Masih menurut dia, selain tidak melibatkan masyarakat setempat, peratin juga tidak melibatkan masyarakat pada pembahasan perencenaan pembangunan desa pada pembukaan badan jalan tersebut.

“Pembangunan tersebut, saya duga tidak tepat kenapa begitu karna baru dibuka langsung dibangun tanpa ada pengerasan terlebih dahulu dan ditakutkan kwalitasnya tidak maksimal sehingga mudah rusak. Dan yang paling lucunya pembangunan tersebut bukan dibangun desa melainkan dari dinas PRKP hal tersebut sangat tumpang tindih, “Terangnya.

Sementara, Ketua TPK pekon padang raya, Reno saat dikomfirmasi menjelaskan, bahwa memang benar awalnya mengunakan rekanan atau alat berat, tetapi di ujungnya pihaknya melibatkan masyarakat setempat.

“Pengerjaan tersebut, perencanaanya mengunakan DD semua baik dari pembukaan hingga pemasangan onderlah. Akan tetapi karna adanya Corona maka anggaran banyak peralihan ke BLT maka mengunakan dana lain, “Ucapnya.

Reno, menjelaskan tetang besaran anggaran yang di gunakan untuk pembukaan badan jalan tersebut, sebesaran Rp. 42.199.816,- dengan volume 60 x 6, sumber dana desa (DD) Tahun Anggaran 2020.

” Pembukaan badan jalan itu pekerjaan lanjutan, yang mana badan jalan itu sebelumnya pernah di kerjakaan dan baru diteruskan kembali. Jika berkaitan dengan regulasi yang digunakan boleh atau tidak peralihan dari DD ke APBN tersebut, saya tidak tahu, yang tahu peratin, “Tandasnya.

Sementara sangat disayangkan hingga berita ini diterbitkan belum ada tangapan dari peratin pekon padang raya tersebut, meskipun sudah dicoba di telpon melalui telpon gemgamnya meski active namun tidak ada jawaban. (r7)