TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Beberapa waktu lalu, Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) melakukan peningkatan dengan pelatihan terhadap sejumlah Tim penyelamat bencana Kebakaran (Damkar).  Namun itu tetap tidak memenuhi tanpa adanya dukungan fasilitas yang lengkap.

Demikian penyesalan yang terungkap dari satu diantara warga Tiyuh (Desa) Penumangan Lama Rk1-Rt1 Sukman mohtar (50) pasca terjadinya kebakaran di kediaman milik Hendra yang ditempati oleh Yohanes warga Suku 1 Tiyuh setempat pukul 18.30 WIB.

“Damkar datang api sudah kami padamkan dengan alat seadanya, berupa teng semprot milik warga. Percuma saja, lebih baik mereka kami suruh pulang, daripada menjadi pahlawan kesiangan.” Ungkap Sukman, di lokasi kejadian pada (11/1/2020).

Menurut nya, kejadian berawal sekitar pukul 18-30 WIB, api bermula dari dalam rumah dengan cepat merambat ke atap rumah dikarenakan rumah tersebut dari konstruksi berbahan Kayu dan berbentuk rumah adat panggung, belum diketahui sumber api secara pasti, diduga konsleting arus listrik.

“Pukul 19.40 WIB Pemadam Kebakaran Tubaba tiba di lokasi, akan tetapi bangunan rumah semi permanen itu telah habis terbakar, sehingga masyarakat emosi terhadap Petugas Damkar dan berupaya mengusir dan memaksa untuk kembali ke pangkalannya. Akibat kejadian ini, tidak ada korban jiwa, namun kerugian Materi diperkirakan ratusan juta rupiah.” Jelasnya.

Menanggapi itu, Kasat Pol PP Tubaba Sudjatmiko melalui pesan Whatsapp nya memaparkan. Sekitar pukul 18.48 WIB, dirinya dihubungi Anggota DPRD Tubaba Kadarsyah, bahwa ada kebakaran di Tiyuh penumangan lama. Selanjutnya dia langsung  menghubungi anggota yang piket via kabid damkar, sekitar pukul 18.53 WIB, saat itu juga mobil damkar langsung meluncur ke tkp.

“Jika pukul 19.30 WIB mobil Damkar baru sampai di tkp itu maklum saja, mengingat jarak dan jalan yang berliku juga menjaga keselamatan semuanya karena  mobil bawa air tidak bisa melaju cepat.” Imbuh Sudjatmiko. (D/R).