TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Thomson alias toha salah satu pasien yang dinyatakan terpapar covid-19 yang telah menjalani perawatan dan karantina di Islamic center Kotabumi, menyampaikan keluhan dan kekecewaanya terhadap penanganan para medis serta tidak ditunjukkannya hasil swab selama dirawat dan dikarantina di gedung Islamic center Kotabumi.


Keluhan dan kekecewaan tersebut disampaikan thomson (52) saat mendatangi posko gugus tugas covid-19 Kabupaten Lampung Utara di gedung korpri kotabumi, rabu (10/06/2020)


” Pelayanan para medis selama dikarantina, pengobatan pengobatan tidak pernah paling vitamin vitamin itu aja, ga ada obat obatan disana, saya sangat kecewa sekali, karena seperti dibiarin gitu aja. Saya sangat kecewa sekali.” ucap Thomson kepada awak media


Ditegaskan Thomson lagi, selama saya dikarantina tidak ada tindakan apa apa selama disana, bahkan pernah saya meminta yang menjadi tugas mereka justru tugas itu diberikan kepada saya, contoh di waktu pengukuran suhu itukan tugas mereka sebenarnya, ucap thomson


Ini sangat tidak adil, saya  kemarin sesuai dengan protokol karantina 14 hari saya tidak ada masalah, tapi ini sudah 33 hari sampai sekarang sampai dengan saat ini saya tidak tahu mana hasil swab nya kalau dia negatip mana kalau dia positip mana bukti hasil swabnya. Jadi kita masyarakat ini juga membantu program pemerintah sebenar nya, ujarnya


” Harapan saya kepada Pemeritah dan tim gugus tugas ada kejelasan, ketika seseorang ini dinyatakan hasl swabnya positip ya buktikan kepada keluarganya, ini loh hasil swabnya.kan dia sudah dikarantina dirumah sambil menunggu hasil swabnya keluar, biasanya setelah hasil rapid tes itu menunjukan hasil ada gejala positif ada reaktip biasanya pasien ini diminta untuk dikarantina mandiri, sambil menunggu swab, nah ketika swab itu sudah keluar ya langsung dibuktikan. Ini hasil swabnya dan bapak akan kami bawa karantina begitu. Jadi masyarakat hati hati dikampung itu dan keluargapun merasa puas.” cetusnya (Ek)