Lampung Barat – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Barat sangat menyayangkan adanya ancaman dan intimidasi yang terjadi terhadap salah satu anggota IWO atas nama Kartiko dari media online Matanews.co. Selasa (5/5/2020)

Ketua IWO, Yosua Ngantung mengatakan, akan mempelajari dulu duduk persoalannya. Namun, Yosua, berharap kepada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan kinerja wartawan, silahkan tempuh mekanisme yang ada. Karena jelas, profesi wartawan dilindungi oleh UU pers.

Pihaknya berharap kawan-kawan jurnalis supaya bekerja secara profesional, menurut UU pers yang berlaku. Sebelumnya, jurnalis Matanews.co diancam dan diintimidasi melalui telpon seluler.

Menurut informasi yang diperolehnya dari Jurnalis Matanews.co, Kartiko, memberitakan realisasi Dana Desa (DD) untuk infrastruktur melalui padat karya yang diduga tidak berlaku di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat.

Seyogyanya, DD untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dengan tujuan mendorong pengentasan kemiskinan. Pasalnya, pihak pekon mempekerjakan orang-orang dari luar pekon.

Dikutip dari Matanews.co, MD, warga Pekon Hanakau mengatakan, masyarakat pekon masih banyak yang mencari pekerjaan dan mampu untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. “tetapi kok malah orang luar Pekon yang bekerja untuk padat karya tunai” ujarnya, Kamis (30/4/2020) lalu.

Sementara, Ketua Lembaga Himpun Pekon (LHP), Muryono, membenarkan kondisi tersebut. Jika hal tersebut terjadi, karena masyarakat lokal menolak bekerja di program tersebut. (Sf)