Di antara teman-teman kita tidak semuanya rendah hati. Ada yang memiliki karakter sebaliknya: sombong, arogan, sok, merasa paling hebat, dan banyak sifat negatif lainnya. Saat pandemi Covid-19 ini adalah momentum menyadarkan mereka. TUHAN dengan cobaan yang diberikanNYA seketika dapat mengubah karakter seseorang.

Salah seorang teman saya telah membuktikannya. Ada rasa syukur yang mendalam pada dirinya ketika dengan kebaikan tanpa pamrih yang diberikan berhasil menyadarkan seseorang yang selama ini memiliki karakter negatif: sombong.

Selasa, 6 Juli 2021 kemarin teman itu secara khusus kirim WA ke saya. Menceritakan pengalamannya. Di bawah ini kisahnya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Pak Aqua, saya baru saja melakukan kebaikan kecil seperti ajaran bapak selama ini. Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa melakukannya. Apalagi hasilnya luar biasa. Terjadi perubahan sekira 180 derajat pada seorang teman saya.

Mungkim bapak masih ingat. Saya pernah cerita ke bapak tentang seorang teman sekantor yang sifatnya sombong dan arogan. Padahal jabatannya di bawah saya.

Sepulang dari luar kota, orang itu terkena Covid-19. Karena kesombongannya tidak ada seorangpun yang peduli pada dirinya. Termasuk saat dia kesulitan mencari rumah sakit untuk dirawat.

Di saat seperti itu, saya jadi ingat pesan bapak. Baik yang disampaikan langsung maupun lewat berbagai tulisan yang rutin dikirimkan ke Komunitas Komunikasi Jari Tangan.

Pak Aqua selalu menekankan agar jangan  dendam termasuk kepada orang yang sombong dan pernah menyakiti kita. Langsung maafkan semua kesalahannya dan doakan agar segera berubah jadi baik.

Tidak hanya itu. Bapak juga menyarankan setiap saat jika orang tersebut membutuhkan pertolongan langsung bantu secara maksimal dengan ikhlas. Niatkan sepenuhnya ibadah, karena TUHAN.

Menangis Tersedu-sedu
Kalau bisa melakukan semua itu, kepuasannya tiada tara. Sekaligus menunjukkan kualitas diri kita yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang negatif tersebut.

Begitu saya tahu orang yang sombong itu membutuhkan kamar di rumah sakit, saya berinisiatif mencarikannya. Di saat pasien Covid-19 melonjak dan rebutan tempat di rumah sakit, atas bantuan kawan-kawan saya berhasil mendapatkan kamar untuk teman itu.

Saya urusin sampai tuntas. Mulai mencari rumah sakit hingga dia dirawat di sana. Saya kasihan sekali padanya. Karena kesombongannya selama ini, sehingga tidak ada orang yang peduli saat dia sakit.

Jangankan menyapanya, mengucapkan turut prihatin dan mendoakannya (mungkin) tidak ada. Bahkan bisa saja pada mensyukuri musibah yang sedang dihadapi orang itu.

Selain membantunya secara langsung secara optimal, saya berinisiatif mengirimkan info tentang orang yang sakit Covid-19 itu di Grup WA teman sekantor. Alhamdulillah banyak yang respon simpati dan mengucapkan sesuatu padanya.

Diam-diam saya membuat kejutan padanya dengan mengirimkan banyak aneka buah dan makanan kesukaannya. Sebelumnya sejak dirawat dia tidak mau makan.

Begitu makanan kiriman saya diterimanya, langsung dimakannya. Dia kemudian kontak saya via video call dan menangis tersedu-sedu.

Dia mengatakan saat terpuruk seperti sekarang ini hanya saya saja yang peduli. Membantunya secara total sampai memberikan makanan kesukaannya.

Minta Maaf
Saya melakukannya untuk membahagiakan dirinya yang sedang sakit. Saya juga pernah merasakan hal yang sama sepertinya. Terbaring selama beberapa hari di rumah sakit karena Covid-19 dan berusaha segera sembuh.

Dia minta maaf kepada saya atas semua kesalahannya selama ini. Dia mengatakan hanya saya satu-satunya temannya saat ini yang peduli dan menolong dirinya ketika  susah.

Dia juga minta tolong saya agar kebutuhan sehari-hari anaknya yang tinggal di pesantren, saya talangin dulu uangnya. Langsung saya transferkan ke rekening yang diberikannya.

Saya sangat bersyukur telah melakukan semua ini. Tetap baik dan membantu  orang yang selama ini sombong dan tidak menyukai saya.

Inilah pelajaran yang selalu Pak Aqua berikan kepada siapapun termasuk saya. Selalu berbuat baik dengan ikhlas pada setiap orang, termasuk orang yang pernah menjahati kita.

Semoga teman yang sakit itu segera sembuh total dari Covid-19 sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Selain itu agar kebiasaan buruknya yang sombong berubah jadi rendah hati. Aamiin ya robbal aalamiin…

Makasih banyak Pak Aqua untuk semua pembelajarannya. Alhamdulillah saya telah berhasil melaksanakannya. Semoga bisa konsisten melakukannya. Aamiin…

Saat sedang santai di Bogor untuk memenuhi anjuran pemerintah terkait mengeleminir Covid-19, saya ucapkan dengan hati yang tulus selamat berusaha menyadarkan orang-orang yang selama ini sombong. Salam hormat buat keluarga. 17.15 07072021😃<<<