TRANSLAMPUNG.COM-Bandar Lampung, Diskusi bersama Pakar Hidrologi Lampung menghasilkan rumusan Cegah Banjir dengan Memanen Air Hujan. Diskusi yang dikemas dalam “Ngopi” ngobrol pintar digelar, Jumat, 10-1-2020 di Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Diskusi menghadirkan Dwijoko Winarno (Universitas Lampung) dan Edi Yitno Nugroho (Konsultan Sumberdaya Air) sebagai narasumber utama, yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, staf Dinas Kehutanan dan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung.

Musim penghujan saat ini perlu dilakukan tindakan memanen air hujan (rain water harvesting), sehingga tidak terjadi run off. Run off yang berarti air limpasan yang berasal dari hujan yang mengalir di atas permukaan tanah, harus tidak terjadi dengan menampung atau memasukkan ke dalam tanah.

Hasil penelitian di daerah tangkapan air (cacthment area) bendungan Way Besai Lampung Barat, masyarakat melakukan pola agroforestry dan menanam rumput setaria (Setaria splendida). Rumput ini mampu membentuk teras secara alami, ungkap Dwi Joko Winarno.

Lanjut Joko, bahwa rumput setaria selain mampu membuat teras juga mampu mengurangi laju transpor sedimen lebih dari 40%. Bagus secara ekologi, ditambah memiliki nilai ekonomi sebagai hijauan makanan ternak yang memiliki nilai kandungan nutrisi tinggi.

Edi Yitno Nugroho menjelaskan bahwa memanen air hujan juga mampu menjaga dan meningkatkan permukaan air tanah. Selain tentunya untuk kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan menampung air hujan tersebut.

Hasil penampungan air hujan setelah 15 menit dari awal hujan, saat diukur kadar asam basa (PH) diangka 7,4, sedangkan Total Dissolve Solution (TDS) diangka 14. Dengan artian bahwa air ini layak dikonsumsi. Saya telah praktekan, dan tidak ada air hujan yang menjadi limbah dan run off, pungkas Edi Yitno.

Diskusi juga membahas DAS yang rawan banjir, terlebih bila curah hujan hariannya tinggi. Banjir diakibatkan dua faktor utama berupa curah hujan dan geomorfometri, ungkap Ashadi Maryanto, analisis program pengelolaan DAS. Perlu peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam musim penghujan ini.

Hasil penelitian dan pengalaman menjadi best practice untuk melakukan pemanenan air hujan baik di hulu dan hilir DAS, yang dapat direplikasi di tempat lainnya, sehingga ketersediaan air terjaga dan tidak terjadi run off, terlebih banjir. Air hujan adalah berkah, pungkas MD.Wicaksono, Kepala Bidang Pengelolaan DAS RHL, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.