TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)– Naira Gussela balita berusia 5 tahun 11 bulan berjenis kelamin perempuan, warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Rw 003 – RT 003 Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengidap penyakit Leokimia Pnenotyping (Kanker Darah) sejak enam bulan terakhir.

Berdasar informasi diproleh translampung.com Gadis Kecil itu telah enam bulan menjalani kemoterapi. Ironisnya, tanpa bantuan dari pemerintah setempat. Saat ini bocah malang tersebut tinggal bersama nenek dan kakeknya Darwin (60) dan Suparti (59) di Tiyuh setempat.

Menurut Ulva warga Daya Asri, selama menjalani pengobatan, Gadis kelahiran Karta Sari 2 Agustus 2014 itu belum sempat mendapatkan perhatian atau bantuan dari pemerintah daerah Tubaba, bahkan biaya kehidupan Naira bergantung pada kakek dan neneknya yang sangat memperihatinkan.

“Mereka keluarga sangat tidak mampu, Naira Gussela Putri, tinggal dan diasuh nenek dan kakeknya sejak bayi, karena ibunya pergi entah kemana rimbanya dan ayahnya juga merantau jadi TKI di Malaysia,  kabarnya masih nganggur dampak Covid-19, dan kedua orang tua Naira sudah lama berpisah.” Kata Ulva.

Lanjut dia, Gadis cilik tak berdaya pengidap kanker darah itu, selalu disarankan dokter dari RS Imanuel Bandar Lampung, untuk mendapatkan surat rujukan dari puskesmas terdekat di Tubaba agar mendapatkan pengobatan gratis. 

“Besok pada Rabu pagi (8/7/2020) Naira kembali menjalani pengobatan di RS Imanuel, keluarganya  berharap perhatian pemerintah daerah Tubaba dapat membantu biaya hidup Naira selama menjalani pengobatan. Sebelumnya Keluarga sudah melaporkan kondisi pasien kepada bidan Desa tetapi belum ada perkembangannya.” Jelasnya.

Menanggapi itu, Kepala Puskesmas Poned Kelurahan Daya Murni Kecamatan Tumijajar, H. Yulizir, mengaku belum mengetahui adanya pasien pengidap Leokimia Pnenotyping. 

“Waduh, saya malah baru tahu ini, akan saya Koordinasikan segera dengan bidan desa di Tiyuh setempat, terimakasih atas informasinya.” Imbuh  Yulizir, via telepon (D/R).