WS.ID (Bandar Lampung) – Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa meminta jajaran Muslimat NU se-Indonesia, termasuk Muslimat NU Lampung menjadi pelopor halalisasi di Indonesia.

Tidak hanya untuk produk halal, makanan halal, tapi juga tujuan pariwisata halal sehingga Muslimat NU terlibat membantu meningkatkan kesejahteraan umat.

Hal ini disampaikan Khofifah secara virtual melalui Zoom, saat memberikan materi pada Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) ke-296 yang diselenggarakan oleh PW Muslimat NU Lampung, Minggu (13/6/2024).

Secara resmi, kegiatan MKNU ke-296 dibuka oleh Ketua NU Lampung, Prof. Dr. Mohammad Mukri. Kegiatan juga dilaksanakan tatap muka di Hotel Asoka Bandar Lampung, dihadiri oleh PW Muslimat NU dan PC Muslimah NU se-Lampung dengan jumlah terbatas menerapkan prorokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam paparan materinya, Khofifah mengatakan, saat ini justru Thailand yang menjadi negara kuliner halal terbesar, dan Korea yang menjadi tujuan wisata halal. Sedangkan, Inggris menjadi negara yang mengembangkan ekonomi syari’ah.

Australia juga tercatat sebagai negara pengekspor paling banyak daging sapi halal, begitu juga dengan Brasil yang menjadi negara pengekspor daging unggas halal terbesar di dunia.

“Indonesia justru menjadi negara pengimpor produk halal terbesar di dunia. Jadi, saya minta dengan potensi yang dimiliki, agar Muslimat NU mengubah kondisi ini sehingga Indonesia bisa menjadi negara pengekspor produk halal terbesar di dunia, ” kata Khofifah.

Post Truth
Khofifah juga mengingatkan bahayanya era post truth atau pasca kebenaran yang berlangsung saat ini. Perkembangan teknologi informasi dan banyaknya platform media online dan media sosial, juga marak terjadi penggiringan dan pembentukan opini publik untuk kepentingan tertentu yang dilakukan oleh banyak pihak.

Oleh sebab itu, Khofifah mengimbau masyarakat untuk cerdas dalam memilih dan memilah informasi yang beredar di masyarakat.

“Mohon agar masyarakat untuk saring sebelum sharing, artinya menyaring informasi sebelum membagikan atau meneruskan informasi kepada yang lain,” tutur Khofifah.

Sementara, Kepala MKNU Lampung Khaidir Bujung mengatakan, PW Muslimat NU Lampung menyelenggarakan MKNU khusus untuk pengurus PW, PC, PAC Muslimat dan diikuti oleh pengurus PW Fatayat NU Lampung.

“MKNU Berlangsung selama tiga hari 12-15 Juni,” kata Khaidir Bujung.

Menurutnya, MKNU bertujuan untuk mengajak umat kembali ke khittoh NU 1926 dalam rangka meletakkan dasar-dasar usaha pengembangan jangka panjang NU di masa yang akan datang.

Ketua I PP Muslimat NU Prof. Dr. Hj. Sri Mulyati, MA, mengatakan, Lampung menjadi daerah ketiga yang menyelenggarakan MKNU setelah Sumatera Selatan dan Bali.

“PW Muslimat NU Lampung merupakan salah satu daerah yang sangat responsif dan cepat menggelar MKNU untuk penguatan akidah di tengah berbagai gempuran informasi mengenai NU yang seringkali tidak akurat dan cenderung menyesatkan, ” Kata Sri Mulyati saat memberikan materi pada MKNU.

Pembukaan MKNU dihadiri Rois Syuriah PW NU Lampung KH Muhsin Abdillah, Ketua Tanfidziyah PW NU Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M. Ag.

Hj. Sri Dwiningsih, Ketua PW Muslimat NU Lampung dalam sambutannya mengatakan, MKNU angkatan 296 ini diikuti oleh jajaran pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus anak cabang se-Lampung. Bahkan ada beberapa pengurus ranting yang ikut serta juga.

Sementara, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri menyambut baik kegiatan ini yang bertujuan menguatkan akidah ke-Islamn terutama di kalangan jamaah NU di seluruh Lampung.
MKNU juga dihadiri jajaran Pengurus Pusat Muslimat NU, yakni
drg. Hj. Ulfah Mashfufah, MKM (Sekretaris Umum PP MNU); Hj. Ariza Agustina, SE, M.Si (Ketua VII PP MNU). Juga menghadirkan sejumlah pemateri baik dari PB NU maupun PWNU Lampung.