PANARAGAN (translampung.com)– Tahun 2021, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, rencanakan akan mulai melakukan Diversifikasi Pangan di wilayah Kabupaten setempat.

Hal itu disampaikan Kepala DKP Tubaba, Aprizal PH, saat diwawancarai translampung.com di kantor kerjanya, Selasa (12/1/2021) pukul 11.26 Wib.

Dikatakan Aprizal, Diversifikasi Pangan atau Penganekaragaman Konsumsi Pangan adalah program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya.

“Di wilayah kita, masyarakat masih hanya terpaku pada tanaman Padi sebagai sumber Karbohidrat, sehingga Diversifikasi Pangan dimaksudkan agar masyarakat tidak menganggap Nasi sebagai satu-satunya makanan pokok yang tidak dapat digantikan oleh bahan Pangan yang lain. Dan tujuan utama dari program tersebut adalah membudayakan pola konsumsi Pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.” Terangnya.

Lanjut dia, masyarakat Indonesia di beberapa daerah masih terbiasa memakan komoditas pangan non Beras, seperti Jagung, Ubi Jalar, atau Sagu sebagai makanan pokok sehari-hari. Tak hanya dari komoditas Pangan, karbohidrat juga sebetulnya bisa diperoleh dari buah-buahan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Konsumsi ragam sumber hayati tersebut berkontribusi kepada raga yang sehat dan kuat, serta otak yang cerdas.

“Untuk itu, berbagai program yang secara kontinu juga akan kita lakukan dan selaras dengan Program Pusat, seperti program pemanfaatan pekarangan yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang kemudian diperluas menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan peserta program tidak hanya Kelompok Wanita Tani (KWT) namun juga Karang Taruna, Santri dan Organisasi Pemuda lainnya.” Tuturnya.

Menurutnya, dukungan penanganan masalah Pangan dan gizi, tidak hanya oleh dinas yang menangani Pangan dan kesehatan, tapi juga melibatkan mitra kerja Dinas baik Pemerintah, Swasta bahkan lembaga masyarakat untuk mewujudkan Ketahanan Pangan dan gizi.

“Kita harap rencana ini dapat terwujud, karena dalam memenuhi kecukupan Pangan dan gizi pula harus didukung dengan peningkatan produksi yang bersifat eksponensial atau tidak linier, dengan berbagai upaya seperti inovasi teknologi, intensifikasi, ekstensifikasi, pendampingan, penyediaan modal usaha, dan akses pasar.” Imbuhnya. (D/R)