Foto-foto: Dokumentasi yang beredar luas di Facebook dan WhatsApp

translampung.com, TANGGAMUS – Tabir pembunuhan sadis terhadap DS (32) yang tubuhnya ditemukan di area ladang Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, telah tersingkap. Mulai siang ini (14/7), pada lini masa Facebook dan juga group WhatsApp beredar foto dan video dua terduga pelaku.

Masing-masing terduga pelaku berinisial S-A dan Ba. Dalam foto dan video yang beredar, terduga pelaku SA mengenakan kaos oblong warna biru dan sweater hodie hitam. Pada betis kanan yang mengenakan celana jins panjang, terdapat balutan perban. Diduga betis kanan S-A dilubangi timah panas petugas.

Sementara terduga pelaku Ba, berpostur tubuh lebih kecil dibandingkan badan S-A. Dalam foto yang beredar, Ba mengenakan kaos oblong coklat tua dengan celana boxer kuning pendek. Betis kanan Ba pun senasib dengan S-A.

Namun sangat disayangkan, Polres Tanggamus terkesan sangat membatasi akses informasi terkait penangkapan dua terduga pelaku pembunuh bos Dede Cell Gisting ini kepada awak media. Bahkan siang ini, saat dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara yang langsung menghadirkan dua terduga pelaku, sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada awak media. Sumber internal Polres Tanggamus berdalih ini adalah rekonstruksi internal penyidik untuk melengkapi berkas peyidikan.

Hal itu sangat berbanding terbalik jika disandingkan dengan kinerja dan keterbukaan Polda Metro Jaya (PMJ) dan polres jajaran. Di sana, awak media bisa dengan sangat mudah cepat mengakses informasi yang memang layak diketahui publik. Hampir tidak ada pembatasan informasi terhadap jurnalis.

Apapun up date atau progres terkini sebuah kasus yang ditangani PMJ, para jurnalis selalu mendapatkan pembaharuan informasinya. Sebagai mitra kepolisian, PMJ sangat menghargai eksistensi para wartawan. Terlebih pada kasus-kasus menonjol, koordinasi antara PMJ dan jurnalis sangat intens.

Hingga tulisan ini diterbitkan, translampung.com pun belum mendapatkan keterangan resmi dari polisi terkait kronologi lengkap penangkapan. Motif yang melatarbelakangi dua pria muda menjelma sebagai “malaikat pencabut nyawa” bagi korban DS, pun masih samar.

Foto-foto dan video singkat berisi dua pria yang diduga menjadi pelaku pembunuh DS, yang berseliweran di Facebook dan WhatsApp, coba dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu. Ramon Zamora, S.H.

“Benar mas, sudah ditangkap, sedang menuju TKP awal. Baru sampai Polsek Pugung,” ketik Ramon Zamora, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, S.I.K.

Sejak waktu ditemukan jenazah DS di Pekon Tiuh Memon Senin (12/7) pagi oleh salah seorang petani hingga sebelum dua terduga pelaku tertangkap, opini tentang motif pembunuhan berkembang liar di kalangan masyarakat.

Termasuk salah satunya dugaan motif sakit hati akibat jalinan cinta segitiga sejenis (homoseksual) antara korban dengan dua terduga pelaku. Kendati korban sendiri memiliki istri yang kini tengah berbadan dua. Diperkirakan sedang hamil tua berusia delapan bulan. Namun tak menutup kemungkinan bahwa korban juga seorang gai.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, korban DS diduga memiliki kelainan orientasi seksual. Yaitu penyuka sesama jenis. Saat dugaan motif adanya jalinan cinta segitiga sejenis yang melatarbelakangi pembunuhan ini, Ramon Zamora membenarkannya.

“Iya benar itu motifnya,” singkat mantan Kapolsek Pulaupanggung itu melalui pesan WhatsApp. (ayp)